Apa Kabar Petenis Inggris?

Jelang Wimbledon

Apa Kabar Petenis Inggris?

- Sport
Rabu, 20 Jun 2007 15:31 WIB
Apa Kabar Petenis Inggris?
Jakarta - Inggris pantas bangga karena Wimbledon merupakan kejuaraan tenis tertua di dunia yang disebut-sebut paling prestisus. Sayang kebanggaan tersebut tak menular dalam hal prestasi pemainnya.Sepanjang sejarah gelaran Wimbledon yang tahun ini masuk usia ke-130, petenis Inggris bukannya tak pernah unjuk gigi. Di awal penyelenggaraannya jagoan tuan rumah mampu menjadi raja dan ratu di kandang sendiri.Tapi itu dulu, dulu sekali bahkan. Sejak era open diperkenalkan tahun 1968, jumlah pemenang Wimbledon yang berasal dari Inggris -- termasuk Inggris Raya -- baik di nomor tunggal putra dan tunggal putri cuma satu !Putri Inggris terakhir yang mampu menguasai All England Lawn Tennis and Croquet Club -- lapangan tempat digelarnya Wimbledon -- adalah Virginia Wade di tahun 1977. Apa yang diraih di nomor putra lebih menyesakkan, soalnya gelar terakhir yang di dapat tuan rumah datang atas nama Fred Perry tahun 1936, dan itu berarti 70 tahun silam.Saat Wimbledon kembali digelar pekan depan, publik Inggris pantas khawatir kalau mereka hanya bisa menjadi tuan rumah yang sukses tanpa disertai cerita keberhasilan para pahlawan lapangan rumputnya. Soalnya saat ini Inggris tak memiliki petenis yang benar-benar mumpuni.Di daftar tenis ATP, Andy Murray memang masuk posisi 10 besar dengan duduk di urutan delapan. Tapi petenis 20 tahun itu lebih dikenal dengan temperamen tingginya ketimbang prestasi yang baru menjuarai dua turnamen ATP Tour.Sayangnya Murray yang kelahiran Skotlandia itu kini justru tidak fit 100% karena masih dalam pemulihan usai mengalami cedera di turnamen Hamburg bulan lalu. Kalau pun akhirnya bisa berlaga di Wimbledon, banyak yang meragukannya bisa mengulang restasi musim lalu saat mampu melangkah ke babak keempat.Jauh di bawah Murray muncul nama Tim Henman, tepatnya pada peringkat 78. Tapi selain usianya yang mulai gaek (32 thn), apa yang diraih dengan baru dua kali meraih gelar di turnamen ATP, Henman jelas tak bisa dibilang lebih baik dari Murray.Dalam 15 tahun terakhir, pencapaian terbaik petenis putra Inggris hanyalah babak semifinal yang didapat tahun 1998-1999 dan 2001-2002. Sementara tahun 2005 lalu tak satupun wakil Inggris melewati babak ketiga.Kondisi di nomor putri tak jauh beda. Inggris kini bahkan tak punya petenis yang masuk daftar 100 besar WTA. Jadi publik Inggris sepertinya harus kembali puas hanya menjadi penyelenggara sebuah turnamen tertua sekaligus paling prestisius tapi belum bisa memiliki kebanggaan pada prestasi pemainnya.Foto: Andy Murray jadi harapan terbesar publik Inggris di Wimbledon tahun ini. (din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads