Jelang Wimbledon
Rekor Bjorn Borg Terancam Lagi
Minggu, 24 Jun 2007 18:24 WIB
London - Sebagai salah satu petenis terhebat yang pernah lahir di bumi ini, Bjorn Borg punya sederet rekor fantastis. Tapi ia mulai terbiasa rekornya disamai, termasuk di Wimbledon nanti.Belum lama ini Borg bukan lagi satu-satunya pemain dalam sejarah yang mampu menjuarai Prancis Terbuka tiga tahun berturut-turut. Seorang pemuda Spanyol bernama Rafael Nadal berhasil mencatat torehan yang sama, setelah mengalahkan Roger Federer di final.Paling tidak, Borg masih mengantongi rekor lain di turnamen Grand Slam tanah liat itu, yaitu pemain paling sering juara, sebanyak enam kali.Sebulan setelah disamai Nadal, satu lagi rekor legenda hidup Swedia itu terancam diikuti pemain lain. Jika Federer tampil sebagai juara, maka petenis nomor satu asal Swiss itu menggenapkan koleksi gelarnya di Wimbledon menjadi lima, dan itu dicapainya secara berturut-turut.Borg mengukir rekor tersebut di tahun 1976, 1977, 1978, 1979, dan 1980. Sedangkan Federer belum berhenti memenangi turnamen lapangan rumput paling terkenal itu sejak 2003 sampai tahun lalu. Akan tetapi status "bukan lagi satu-satunya" tidak membuat Borg uring-uringan. Ia malah mendukung Federer karena pernah punya "utang" pada Federer, yang membuat dirinya menggenggam rekor itu lebih lama.Pada 2001 Federer mengakhiri upaya Pete Sampras untuk mengikuti jejaknya memenangi Wimbledon lima musim berturut-turut. Ketika itu petenis legendaris AS itu ditekuk Federer di babak keempat."Pada Roger Federer saya selalu melihat satu kemiripan yang dahsyat dalam diriku. Cara pendekatan dia pada permainan ini, cara dia membawa diri," tutur Borg seperti dilansir AFP."Dia tidak selalu membiarkan semuanya tampak di permukaan, semua emosi. Tapi dia memperhatikan itu di dalamnya dengan sangat kuat. Di luar lapangan dia sungguh rileks. Dia orang yang amat cool."Federer sendiri selain berpotensi menyamai rekor Bjorn di atas juga tengah meniti jalan untuk mengejar rekor "Raja Wimbledon". Hingga kini pemain paling sering juara di turnamen ini adalah William Renshaw dan Pete Sampras, sebanyak tujuh kali. Jika tahun ini menang lagi, Federer menambahkan tropi Grand Slam-nya menjadi 11, atau kurang tiga dari rekor abadi yang dimiliki Sampras. (a2s/din)











































