Davenport Menatap Rekor

Commonwealth Bank Tennis Classic

Davenport Menatap Rekor

- Sport
Minggu, 16 Sep 2007 04:27 WIB
Nusa Dua - Tampil di final untuk menghadapi Daniela Hantuchova, Lindsay Davenport menatap rekor, salah satunya berkat statusnya sebagai seorang ibu. Rekor apa?Partai pamungkas antara Davenport dan Hantuchova siap digelar, Minggu (16/9/2007), pukul 16.30 WITA. Menilik dari rekor head to head antara kedua petenis, Davenport unggul telak dengan 6-0.Dimulai dari tahun 2001 di Zurich dan diakhiri di tempat yang sama pada tahun 2005, Davenport selalu memetik hasil positif dalam pertarungannya dengan Hantuchova. Lima kali kemenangan diraih di hard court sedangkan satu sisanya di carpet court.Namun pertarungan kali ini jelas berbeda buat Davenport yang sempat terlintas gantung raket karena hamil. "Saya sempat berpikir 'oh, tennis is dead'," ujar Davenport suatu ketika usai pertandingan di Nusa Dua.Pada prosesnya, keputusan pensiun urung dilakukannya. Turnamen New Haven jadi ajang pertama yang diikuti Davenport usai melahirkan Jagger Jonathan pada 10 Juni silam, kendati saat itu turun ganda bersama Lisa Raymond.Turnamen Commonwealth Bank Tennis Classic di Bali lantas diikuti Davenport sebagai turnamen pertama turun di nomor tunggal usai bersalin. Berkat status ibu yang kini disandangnya, Davenport pun berpeluang jadi ibu kedua yang menjuarai titel WTA Tour di tahun 2007. Jika dia mampu, maka ini akan menjadi pertama kalinya ada dua orang petenis yang sudah menjadi ibu dapat menjuarai WTA Tour.Pada tahun-tahun sebelumnya, Evonne Goolagong-Cawley sudah memenangkan beberapa titel dengan menyandang status sebagai seorang ibu. Untuk tahun ini, Sybille Bammer dari Austria sukses menjadi juara di Pattaya bulan Februari silam. Sebagai seorang ibu, dia adalah petenis pertama yang menjuarai titel WTA Tour semenjak Laura Arraya menang di San Juan pada 1989 silam.Dengan status non-unggulan dan peringkatnya -- saat ini di urutan 234 dunia, Davenport juga bisa mencatatkan prestasi tersendiri. Mantan ratu tenis itu berpeluang tercatat jadi petenis dengan peringkat terendah yang jadi juara saat turun tunggal dalam WTA Tour tahun ini, sekaligus jadi yang keempat dalam sepanjang sejarah.Sebelumnya, pada bulan Mei silam Greta Am dari Jerman mampu menjadi juara di Estoril ketika petenis Jerman itu menempati rangking 176.Namun apakah Davenport bakal mampu meraih itu semua alias mampu menundukkan Hantuchova di final? "Kami bertipe sama: punya ground stroke yang kuat, langsung menyerang di awal, pukulan keras. Nanti (yang sukses) tergantung siapa yang akan pukul pertama di reli," ujar Davenport. "Dia teman saya, menyenangkan bertemu dia di final."Pujian serupa pun dilontarkan sang lawan. "Saya tidak akan kaget kalau ketemu dia di final. Saat latihan di awal bersamanya, saya pernah bilang 'punya bayi pun tidak akan terlalu mempengaruhi kemampuanmu'," tukas Hantuchova. (a2s/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads