Putri Kusuma Wardani merasa terbebani sekaligus termotivasi dengan status nomor satu tunggal putri di Indonesia.
"Pasti ada pressure tersendiri. Jadi kayak bermain sendiri juga enggak enak karena tak ada temannya. Kalau ada teman pasti saling menyemangati satu sama lain. Tapi di balik itu, aku jadikan motivasi saja, supaya junior-junior bisa termotivasi mengejar," kata Putri.
Sebelum menjadi andalan, Putri memang kerap berada di balik bayangan Gregoria Mariska Tunjung. Namun, secara bertahap pebulutangkis berpangkat Briptu ini menunjukkan progres pada tiap turnamen yang diikuti.
Hal itu dibuktikan Putri lewat kiprahnya di tur BWF 2025. Tunggal putri berusia 23 tahun itu meraih runner up Hylo Open, Australia Open, serta semifinalis Korea Open, Kejuaraan Dunia, Swiss Open, dan Thailand Masters.
Hasil-hasil tersebut membawanya bertengger di top tujuh dunia dan langganan masuk seeded.
Seperti di Daihatsu Indonesia Masters tahun ini. Dia menjadi unggulan kedua, sekaligus andalan Indonesia. Sayangnya, Putri gagal bertahan di ajang Super 500 tersebut.
Dia kalah dari Huang Yu-Hsun (Taiwan) dalam pertandingan 16 besar yang dihelat Kamis (22/1). Putri hanya mampu mengambil gim kedua, dan berakhir kalah dengan skor 17-21, 21-19, 17-21.
"Untuk secara keseluruhan (Indonesia Masters) sebenarnya puas, cuma saya belum bisa menghasilkan yang terbaik, karena lawan juga pasti mempersiapkan strategi dan pola bermain yang sangat luar biasa," kata Putri.
Setelah ini, Putri dijadwalkan bertanding di All England, Maret mendatang. Dia tidak ikut Thailand Masters pekan depan. Momen jeda ini dipakainya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan pada tiga turnamen sebelumnya; Malaysia Open, India Open, dan Indonesia Masters,
"Bisa rest dan yang lebih penting bisa latihan. Jadi aku bisa memperbaiki kesalahan dan kekurangan di tiga turnamen kemarin. Kalau recovery mungkin untuk memulihkan fisik saja," kata juara Korea Masters 2024 itu.
Simak Video "OPPO Make Your Moment: 8 Legenda, 1 Lapangan"
(mcy/cas)