Atlet tunggal putra Indonesia Richie Duta Richardo baru saja menjuarai Vietnam International Challenge 2026. Kini, ia membidik Super 100 agar naik level.
Richie meraih gelar itu usai mengalahkan Ju-Sheng Cheng di babak final 21-13 dan 21-14. Kemenangan ini tidak hanya menjadi awal prestasi Richie yang baru bergabung dengan PBSI pada Juni tahun lalu. Tapi juga step pertama untuk naik ke level utama tunggal putra.
"Pastinya senang karena ini merupakan gelar juara pertama saya tahun ini," kata Richie.
Saat ini, Richie masih merupakan atlet tunggal putra pratama bersama Prahdiska Bagas Shujiwo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, dan Muhamad Yusuf.
Adapun PBSI sedang menerapkan sistem reward dan level bagi atlet Pelatnas Cipayung pada tahun ini. Terutama bagi yang berhasil meraih gelar juara. Tujuannya levelisasi sendiri agar pengiriman atlet turnamen lebih efektif dan berbasis prestasi, bukan sekadar juah partisipasi.
Nah, dalam mekanisme tersebut, untuk pemain pratama targetnya ialah juara International Challenge dan (Pratama B) dan Super 100 (Pratama A). Jika target tercapai maka status atlet otomatis naik dan mendapatkan reward tambahan turnamen.
Tentu dengan kesuksesan Richie menjadi juara di International Challenge membuka peluangnya untuk meningkatkan statusnya ke level utama dan tambahan turnamen.
Atlet asal PB Djarum itu pun berusaha untuk mewujudkan asa itu.
"Target ke depannya saya mau juara di level BWF super 100, supaya saya bisa naik ke tunggal putra utama dan bisa naik ke level pertandingan yang lebih tinggi lagi," kata Richie.
Simak Video "Video: Kisah Reza Pahlevi, Pebulutangkis Non-pelatnas Peraih Emas SEA GAMES 2025"
(mcy/mrp)