Indonesia tersingkir secara pahit di fase grup Thomas Cup 2026. Tim putra Merah-Putih sebenarnya cuma butuh memenangi dua pertandingan melawan Prancis.
Indonesia secara mengejutkan kalah 1-4 dari Prancis dalam laga Grup D Thomas Cup 2026. Bertanding di Forum Horsens sejak Selasa (28/4/2026) malam hingga Rabu (29/4/2026) dini hari WIB, tim elite bulutangkis putra keok di seluruh empat partai pertama.
Tiga nomor tunggal yang dimainkan lebih dulu seluruhnya tumbang: mulai dari Jonatan Christie, Alwi Farhan, hingga Anthony Sinisuka Ginting. Namun sebenarnya tiga kekalahan ini belum memastikan Indonesia tersingkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prancis memang lebih kuat di nomor tunggal, tapi Indonesia diperkirakan bisa minimal mengamankan kemenangan dari sektor ganda. Dua kemenangan di sektor itu seharusnya cukup untuk mengamankan kelolosan sebagai runner-up.
Tapi apa daya, ganda pertama yakni Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani di luar dugaan kalah dari Eloi Adam/Leo Rossi. Mengapa di luar dugaan?
Sebab Sabar/Reza sebelumnya sudah dua kali melawan Adam/Rossi dan selalu menang straight game. Mereka mengatasi ganda Prancis itu 21-17 dan 21-16 di Orleans Masters 2024, lalu 22-20 dan 21-13 di Hylo Open 2025.
Secara peringkat dunia, Sabar/Reza juga jauh di atas lawannya. Ganda Indonesia itu saat ini ada di posisi sembilan dunia BWF sementara Adam/Rossi di nomor 52.
Kekalahan itu yang pada akhirnya bikin kelolosan benar-benar lepas. Kemenangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di partai terakhir menjadi tak berarti.
Tim Thomas Indonesia finis di peringkat tiga Grup D. Meski juga mengoleksi dua poin dari tiga laga seperti Thailand dan Prancis, Indonesia kalah di selisih pertandingan yang dimenangi.
Indonesia meraih sembilan kemenangan dan enam kali kalah. Sementara Thailand meraih 11 kemenangan dan empat kali kalah, lalu Prancis 10 kemenangan dan lima kali kalah.
Ceritanya akan sangat berbeda jika Indonesia merebut dua nomor ganda lawan Prancis, yang berarti berhasil mengumpulkan 10 kemenangan dan lima kekalahan. Otomatis, Prancis akan finis ketiga dengan sembilan kemenangan dan enam kekalahan.
Indonesia hanya butuh satu kemenangan lain melawan Prancis. Rupanya syarat yang semestinya terasa mudah itu masih sangat jauh dari jangkauan.
(raw/mrp)











































