Sesal Jonatan Christie Tersingkir di Malaysia Masters

Sesal Jonatan Christie Tersingkir di Malaysia Masters

Mercy Raya - Sport
Jumat, 22 Mei 2026 12:50 WIB
Jonatan Christie
Foto: dok PBSI
Jakarta -

Jonatan Christie menyesalkan permainan gim keduanya yang kurang maksimal. Dia seharusnya bisa cepat-cepat menyesuaikan diri.

Tampil sebagai salah satu dari dua wakil Indonesia yang bertanding di perempatfinal Malaysia Masters, pada Jumat (22/5/2026), Jonatan justru tersingkir.

Dia kalah dari Hu Zhe An setelah bertanding tiga gim 21-14, 13-21, 16-21. Jojo, sapaan karibnya, sejatinya sudah bermain apik pada gim pertama.Tapi sangat disayangkan keunggulan itu tak mampu dipertahankan Jonatan pada gim berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya memang cukup disayangkan tadi. Saat pertama cukup mendominasi jalannya permainan tapi di gim kedua dia sedikit membaca permainan saya dan itu saya kurang siap untuk segera ganti pola permainan juga," kata Jonatan seusai bertanding.

"Di gim kedua itu dia mulai banyak baca bola permainan saya yang seperti saat pertama jadi dia lebih berusaha untuk membaca polanya dan beberapa kali serangannya juga cukup baik. Saya rasa itu tadi yang mengubah jalannya permainan."

ADVERTISEMENT

Memasuki gim ketiga, juara All England 2024 itu mencoba bangkit dan mengejar ketertinggalan. Tapi ternyata situasi yang dihadapi tak cukup mudah di lapangan. Jonatan pun menyerah dan kalah.

"Di gim ketiga sudah tertinggal tapi tadi sudah berusaha untuk coba mengejar. Tapi beberapa kali juga tadi sedikit kembali kurang sabar ketika poinnya sudah mepet. Jadi 1-2 poin itu cukup penting ketika hilang lagi. Membalikkan situasinya tidak mudah," ujar pebulutangkis 28 tahun itu.

Jonatan mengambil hikmah dari kegagalannya di Malaysia Masters. Dia bertekad memperbaikinya karena sudah ditunggu dua turnamen lain yang levelnya lebih tinggi; Singapore Open dan Indonesia Open.

"Ke depan persiapan ke Singapura dan Indonesia harus dimatangkan lagi. Setiap hari pasti akan berjalan berbeda. Di sini, di Singapura dan di Indonesia beda-beda kondisi lapangan dan shuttlecock-nya jadi harus cepat penyesuaiannya," kata juara Asia 2024 tersebut.

(mcy/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads