Tekuk Maja Chwalinska, Mirra Andreeva Juara French Open 2026

Tekuk Maja Chwalinska, Mirra Andreeva Juara French Open 2026

Adhi Prasetya - Sport
Sabtu, 06 Jun 2026 22:40 WIB
Mirra Andreeva berfoto bersama trofi French Open dan anjing kesayangannya.
Mirra Andreeva berfoto bersama trofi juara French Open dan anjing kesayangannya. Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Paris -

Mirra Andreeva menjadi juara tunggal putri Grand Slam French Open 2026 usai menundukkan Maja Chwalinska di final. Ia menjadi petenis Rusia keempat yang memenangi kategori ini.

Berlangsung di lapangan Philippe-Chatrier, Roland Garros, Sabtu (6/6), Andreeva menang dengan skor 6-3, 6-2. Ia tampil dominan sepanjang laga, termasuk merebut sembilan gim beruntun.

Pada set pertama, Chwalinska dan Andreeva saling mematahkan servis di empat gim pertama sehingga skor sama kuat 2-2. Chwalinska lalu merebut empat poin beruntun di gim kelima untuk unggul 3-2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Andreeva mengamankan empat gim selanjutnya, termasuk mematahkan dua servis Chwalinska. Pada gim sembilan, pukulan menyilang Andreeva saat unggul 40-0 tak mampu dijangkau Chwalinska, memastikan kemenangan 6-3 dalam waktu 47 menit.

Pada set kedua, Andreeva berhasil mematahkan servis Chwalinska di gim kedua untuk unggul 2-0. Pada gim ketiga, ia bangkit dari ketertinggalan 0-40 untuk menyamakan kedudukan 40-40 lalu merebut gim ketiga, sehingga skor menjadi 3-0.

ADVERTISEMENT

Andreeva lalu kembali mematahkan servis Chwalinska untuk unggul 4-0. Ia bahkan tak memberikan poin kepada petenis Polandia itu di gim empat. Pada gim kelima, pukulan lurus Andreeva dalam skor 40-30 yang masuk menjadikan kor 5-0.

Chwalinska sempat memperpanjang napas dengan merebut gim keenam. Ia lalu mematahkan servis Andreeva di gim ketujuh untuk menipiskan jarak menjadi 2-5.

Namun Andreeva sukses mematahkan servis Chwalinska untuk ketujuh kalinya di laga ini untuk mengunci kemenangan. Pukulan backhand Andreeva dalam kedudukan 40-0 memastikan dirinya menang 6-2.

Ini menjadi gelar Grand Slam pertama bagi Andreeva. Ia mengikuti jejak petenis putri Rusia lainnya, yakni Anastasia Myskina (2004), Svetlana Kuznetsova (2009), dan Maria Sharapova (2012, 2014) yang juga pernah menjadi kampiun di turnamen tanah liat ini.

"Kau lawan yang sangat sulit, aku tidak ingin bermain melawanmu lagi," ujar Andreeva kepada Chwalinska dalam upacara penyerahan trofi, dikutip The Athletic.

"Aku sudah menonton Roland Garros di TV sejak masih sangat muda. Sungguh mimpi besar untuk memegang trofi ini."

"Terima kasih kepada timku. Aku tahu aku terkadang bisa menjadi orang yang sulit dan cukup sulit untuk menghadapiku, di hari-hari tertentu. Terima kasih banyak karena telah mendorongku hingga batas kemampuanku, terima kasih karena telah membuatku bekerja keras ketika aku tidak ingin bekerja."

(adp/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads