Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah bersiap memikul harapan tunggal putra Indonesia di level elite. Duet pemain muda Pelatnas PBSI itu diharapkan mampu mengangkat prestasi sektor tunggal putra di tengah regenerasi yang sedang berlangsung.
Saat ini, Jonatan Christie sudah berstatus non-Pelatnas, sementara Anthony Sinisuka Ginting masih fokus memulihkan kondisi dan mengembalikan performanya. Situasi tersebut membuat Alwi dan Ubed menjadi andalan utama Pelatnas di sejumlah turnamen besar.
Japan Open 2026 menjadi salah satu momen spesial. Untuk pertama kalinya, Alwi tak lagi berjuang sendirian di turnamen level BWF World Tour Super 750 karena Ubed juga berhasil lolos ke babak utama.
"Ya senanglah, apalagi Ubed juga beberapa kali nyaris bisa masuk turnamen-turnamen elite level. Dan sekarang dia sudah bisa masuk," ujar Alwi saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Rabu (8/7/2026).
Kehadiran Ubed Bantu Persiapan Alwi
Bagi Alwi, kehadiran Ubed bukan hanya menambah wakil Indonesia, tetapi juga sangat membantu dari sisi persiapan pertandingan. Selama ini, saat bertanding di turnamen besar, Alwi kerap kesulitan mencari rekan latihan karena jadwal pertandingan berbeda. Akibatnya, ia lebih sering berlatih bersama pelatih kepala tunggal putra, Indra Wijaya.
"Pastinya ya. Saya beberapa kali kalau turnamen di level atas kan yang bagan atas hari Selasa main, bagan bawah hari Rabu main gitu-gitu. Jadi itu saya lawannya Koh Indra (pelatih kepala tunggal putra) saja. Tapi Koh Indra kan ya terbatas. Jadi hadirnya Ubed sangat membantu saya karena jadi ada teman sparring juga," jelas Alwi.
Menurut Alwi, kondisi saat ini mengingatkannya pada masa ketika Jonatan Christie dan Anthony Ginting mulai naik ke level senior di tengah persaingan dengan Simon Santoso, Tommy Sugiarto, dan Dionysius Hayom Rumbaka. Tapi ia memilih menjadikan situasi tersebut sebagai motivasi, bukan beban.
"Saya sendiri enggak menjadikannya itu suatu masalah ya. Mau ada senior atau tidak, tapi kalau ada lebih bagus. Ya konsekuensi yang harus kita terima. Kita tidak bisa bergelut di situ saja," kata juara Indonesia Masters 2026 itu.
"Ya memang keadaan yang seperti itulah yang membikin saya bisa berada di sini sekarang. Mau enggak mau juga mengejar mati-matian buat bisa satu level sama yang di atas. Jadi kadang bagus, kadang juga bisa jelek, ya saya harus memaksimalkan yang ada saja."
Ingin Angkat Prestasi Bulutangkis Indonesia
Alwi menyadari harapan publik terhadap sektor tunggal putra Indonesia kini berada di pundak generasi muda. Karena itu, ia ingin dirinya, Ubed, serta pemain-pemain Indonesia lainnya mampu mengembalikan prestasi bulutangkis Merah Putih.
"Saya harap kami, dan juga pastinya Koh Jonatan dan semua atlet Indonesia bisa memperbaiki prestasi bulutangkis Indonesia. Kita tahu belakangan ini memang banyak tekanan atau banyak underestimate dari orang. Memang kami sebagai atlet menyadari itu, dan saya rasa kita harus siap menerima tanggung jawab itu dan harus mau enggak mau berjuang mati-matian untuk bisa mengembalikan martabat bulutangkis Indonesia," tegas Alwi.
Dengan semakin banyaknya kesempatan tampil di turnamen level elite, Alwi dan Ubed diharapkan mampu menjadi motor kebangkitan sektor tunggal putra Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
(mcy/krs)