Pertarungan perebutan lambang supremasi tenis beregu putra dunia yang akan digelar dari Jumat (30/11/2007) hingga Minggu waktu setempat, dipastikan akan dipadati penonton. Hanya dalam waktu 30 menit, seluruh tiket untuk 12 ribu kursi yang tersedia di Memorial Coliseum, Portland, terjual habis.
Masyarakat AS terlihat begitu mendamba untuk menyaksikan kebangkitan para petenis putra mereka. Mereka ingin melihat tim kesayangannya menjuarai ajang yang terakhir kali AS juarai pada tahun 1995, atau 12 tahun yang lalu. Kerinduan itu makin menjadi bila melihat fakta bahwa panggung tenis putra dunia saat ini dikuasai individu-individu dari daratan Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terdengar merendah, namun McEnroe tetap menunjukkan optimismenya. "Kami merasa punya peluang bagus dan kami bermain di kandang. Kami pasti bisa mengatasi tekanan semacam itu," imbuh kapten berusia 41 tahun itu lagi.
"Para pemain sangat senang dengan situasi ini. Mereka merasa seperti tertular energi dari para penonton," sambung McEnroe yang akan memimpin Roddick, James Blake serta si kembar Bob dan Mike Bryan bertanding di lapangan.
Pengakuan serupa datang Roddick, terutama saat mengetahui bahwa tiket sudah habis. "Kami berharap akan ditonton oleh para penggemar yang riuh rendah. Itu menunjukkan bahwa para fans ingin berada di sini. Mereka sangat antusias, dan kami juga," ucap Roddick mengamini opini McEnroe. Β (arp/a2s)











































