Bagas Maulana ke Ganda Campuran, Tandem sama Indah Cahya

Bagas Maulana ke Ganda Campuran, Tandem sama Indah Cahya

Mercy Raya - Sport
Selasa, 04 Agu 2026 13:35 WIB
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memenangkan derbi ganda putra Indonesia di babak 16 besar Indonesia Masters 2026. Mereka mengalahkan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana di Istora Senayan, Kamis (22/1/2026).
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

PBSI kembali menjajal kombinasi baru di sektor ganda campuran. Kali ini, Bagas Maulana dipasangkan dengan Indah Cahya Sari Jamil. Keduanya akan debut di Pontianak International Challenge 2026.

Pengumuman dilakukan PBSI pada Selasa (4/8/2026). Dalam pernyataannya, Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Eng Hian, mengatakan langkah ini diambil setelah Bagas menyatakan keinginannya untuk beralih dari ganda putra ke ganda campuran.

"Bagas Maulana telah menyampaikan keinginannya untuk beralih fokus dari sektor ganda putra ke ganda campuran," kata Eng Hian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah melalui diskusi bersama tim pelatih, kami memberikan kesempatan kepada Bagas untuk menjalani proses transisi tersebut sebagai bagian dari pengembangan kariernya."

"Tentunya proses ini akan dilakukan secara bertahap dan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan performanya di lapangan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Bagas sebelumnya merupakan pasangan Leo Rolly Carnando. Kemudian berpartner denga Muh. Putra Erwiansyah di sektor ganda putra. Sampai akhirnya, Bagas main di nomor campuran bersama Indah.

Adapun Indah sebelumnya merupakan pasangan Adnan Maulana. Pontianak International Challenge 2026 akan menjadi panggung perdana bagi Bagas/Indah.

"Sebagai langkah awal, pada Pontianak International Challenge 2026 kami memutuskan memasangkan Bagas dengan Indah Cahya Sari Jamil," tuturnya.

"Kombinasi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran pasangan sekaligus untuk mencoba opsi baru di sektor ganda campuran. Melalui turnamen ini, kami ingin melihat potensi, chemistry, serta kecocokan karakter permainan keduanya dalam pertandingan resmi," jelas pelatih yang karib disapa Didi ini.

Ia menegaskan PBSI belum akan buru-buru menentukan masa depan pasangan ini. Hasil di beberapa turnamen awal akan jadi acuan evaluasi tim pelatih.

"Kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. Turnamen-turnamen awal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menentukan arah pembinaan dan kemungkinan pengembangan pasangan ini ke depan," kata Eng Hian.

(mcy/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads