Legenda bulutangkis Susy Susanti menilai Putri Kusuma Wardani punya potensi meraih medali di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026. Namun, ia masih perlu meningkatkan kematangan mental dan konsistensi.
Hal itu merujuk pada lawan-lawan top 4 dunia yang bakal dihadapi Putri di Kejuaraan Dunia, New Delhi, pada 17-23 Agustus mendatang.
"Pastinya Kejuaraan Dunia ialah salah satu yang (event) penting. Saya melihat Putri sedang naik juga posisinya sudah mulai stabil,"kata Susy saat ditemui di ASNA Academy, pada Jumat (7/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia sudah mulai masuk semifinal-semifinal tapi proses itu kan harus bisa ditingkatkan lagi, kematangan, dan konsistensi seperti fokus dan mental agar dia tetap bertahan di lapangan,"ujarnya.
Susy menyoroti Putri KW yang masih sering kehilangan poin sendiri. Makanya, untuk tampil maksimal di Kejuaraan Dunia, kondisi tersebut harus lekas diperbaiki.
Apalagi persaingan tunggal putri khususnya di top delapan merata. "Jadi masih ada non teknis seperti kadang-kadang terganggu dengan beberapa hal, mati-mati sendiri, itu yang mesti dibenahi," ujarnya.
Namun, peraih medali emas Olimpiade 1992 ini tetap optimistis Putri dapat menjadi tumpuan baru tunggal putri Indonesia. Apalagi dia punya semua modal, baik itu fisik dan teknik.
"Saya percaya dia punya potensi cukup bagus dari postur juga oke, fisiknya juga bagus, dan teknik audah lebih matang. Tinggal disiplin dan fokus paling penting dan sangat dibutuhkan," tegas Susy.
"Peluang tetap ada (raih medali) walau ada An Se-young, Akane Yamaguchi, dan Wang Zhi Yi. Memang di (persaingan tunggal putri) delapan besar merata, tapi ranking empat besar itu yang harus bisa Putri tembus," kata juara dunia 1993 di Birmingham ini.
"Ya kita harus optimistis medali. Lihat dari prestasi belakangan, dia masuk semifinal dan final, Putri memang target harus minimal di situ."
"Selain itu harapannya Putri jangan lekas puas, ini baru masuk semifinal (Kejuaraan Dunia), coba naikin lagi. Mudah-mudahan bisa terus konsisten sampai Olimpiade,"Susy memungkasi.
Pada edisi lalu, Putri KW sukses membawa pulang medali perunggu Kejuaraan Dunia. Sementara itu, Indonesia sudah lama nirgelar dari tunggal putri. Terakhir kali diraih Susy di Birmingham pada 33 tahun silam.
(mcy/aff)









































