Jonatan dan Tantangan Berat Kejuaraan Dunia 2026

Jonatan dan Tantangan Berat Kejuaraan Dunia 2026

Mercy Raya - Sport
Jumat, 14 Agu 2026 15:15 WIB
Jonatan Christie mendapat tantangan berat di Kejuaraan Dunia 2026. Jika jalur undian berjalan sesuai skenario, tunggal putra Indonesia itu berpotensi bertemu Lin Chun-Yi di babak 16 besar dan Victor Lai pada perempatfinal.
Foto: Mercy Raya/detikcom
Jakarta -

Jonatan Christie mendapat tantangan berat di Kejuaraan Dunia 2026. Jika jalur undian berjalan sesuai skenario, tunggal putra Indonesia itu berpotensi bertemu Lin Chun-Yi di babak 16 besar dan Victor Lai pada perempatfinal.

Kedua pebulutangkis tersebut menjadi ganjalan Jonatan dalam beberapa turnamen terakhir. Lin Chun-Yi menjadi lawan yang belum berhasil ditaklukkan Jonatan dalam tiga pertemuan terakhir. Mereka bertemu di China Masters 2025, India Open 2026, dan All England 2026.

Sementara itu, Victor Lai juga dua kali mengalahkan Jonatan pada 2026. Pertemuan pertama terjadi di final Indonesia Open pada 7 Juni. Jonatan gagal meraih gelar setelah takluk dari wakil Kanada itu dengan skor 19-21, 8-21.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya kembali berhadapan di China Open pada Juli. Kali ini, Jonatan kembali gagal menang setelah disingkirkan Lai di perempatfinal dengan skor 14-21, 17-21. Hasil tersebut juga dikonfirmasi PBSI. Catatan tersebut membuat Lin Chun-Yi dan Victor Lai menjadi dua nama yang patut diwaspadai Jonatan jika kembali bertemu di Kejuaraan Dunia.

"Tentu ini (Lin Chun Yi dan Victor Lai) jadi tantangan bagi saya," kata Jonatan saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

ADVERTISEMENT

Jonatan Sudah Siapkan Strategi

Meski demikian, Jonatan tidak ingin terlalu jauh memikirkan potensi pertemuan tersebut. Fokusnya tetap melewati pertandingan-pertandingan awal terlebih dahulu.

Namun, Jojo mengaku sudah menyiapkan strategi jika akhirnya kembali berhadapan dengan Lin atau Victor. "Ya, sudah. Rencana A, Rencana B. Karena lawan yang awal kalah tiga kali, menghadapi Victor juga kalah dua kali. Secara otomatis, saya belajar dari kekalahan-kekalahan itu. Saya juga berdiskusi dengan tim segala macam," tuturnya.

Pengalaman dari kekalahan sebelumnya menjadi bahan Jonatan bersama tim untuk memetakan permainan kedua lawannya. "Seperti apa kebiasaannya? Bagaimana cara bermainnya? Dan kondisi di India, lapangan yang terakhir yang kami gunakan, seperti apa kondisinya? Jadi, mungkin gambaran keseluruhannya sudah ada. Mungkin cara pelaksanaannya saja," ujar juara Asia 2024 ini.

Persiapan tersebut mencakup kebiasaan dan gaya bermain lawan, termasuk kondisi lapangan yang akan digunakan di India. Dengan persiapan itu, Jonatan berharap strategi yang sudah disusun bersama tim bisa diterapkan dengan baik jika harus kembali menghadapi salah satu dari kedua pemain tersebut.

"Jadi mungkin berharapnya bisa sesuai dengan apa yang sudah disiapkan," Jonatan mempertegas.

Kejuaraan Dunia 2026 pun menjadi kesempatan Jonatan untuk memutus tren kurang baik saat menghadapi dua lawan tersebut. Namun sebelum memikirkan Lin Chun-Yi atau Victor Lai, Jonatan harus lebih dulu melewati setiap pertandingan di depannya.

(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads