Jonatan Christie menilai persaingan tunggal putra dunia saat ini semakin terbuka. Kondisi tersebut membuat pemain non-unggulan pun memiliki peluang yang sama untuk menjadi juara.
Pandangan itu disampaikan Jonatan di tengah persiapannya menuju Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi, India, yang berlangsung 17-23 Agustus. Dalam beberapa tahun sebelumnya, persaingan tunggal putra sempat didominasi sejumlah nama besar.
Kento Momota dan Viktor Axelsen menjadi dua pemain yang cukup konsisten berada di papan atas dan meraih gelar di berbagai turnamen BWF World Tour. Tapi kini peta persaingan berubah. Jonatan melihat semakin banyak pemain dari berbagai negara yang mampu bersaing di level atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di satu sisi, ini bagus. Karena seharusnya ada lebih banyak kejutan. Terutama tunggal putra, di mana ada banyak pemain yang tidak hanya unggulan yang juara, yang bukan unggulan pun memiliki kesempatan yang sama," ujar Jonatan saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Bagi Jonatan, persaingan yang lebih merata justru membuat pertandingan semakin menarik sejak babak awal. Tidak adanya satu pemain yang terlalu dominan membuat setiap pertandingan sulit diprediksi.
"Jadi, menurut saya ini adalah salah satu hal baik untuk bulutangkis. Dan semakin seru lagi karena di babak-babak awal bisa ketemu dengan level yang sama," kata Jonatan yang menempati seeded ketiga di World Championships 2026.
Jadi Motivasi Jonatan
Situasi tersebut juga menjadi motivasi tambahan bagi Jonatan. Menurutnya, ketika persaingan semakin terbuka, konsistensi dan kesiapan dalam setiap pertandingan menjadi sangat penting.
Jonatan sendiri akan kembali tampil di Kejuaraan Dunia setelah pada edisi 2025 berhasil mencapai perempatfinal. Saat itu langkahnya terhenti setelah kalah dari Kunlavut Vitidsarn dalam pertarungan tiga gim.
Kejuaraan Dunia 2026 menjadi penampilan keenam Jonatan di ajang tersebut. Sebelumnya, ia tampil pada 2018, 2019, 2022, 2023, dan 2025.
Dari lima penampilan sebelumnya, tiga kali Jonatan terhenti di perempatfinal, yakni pada 2019, 2022, dan 2025. Sementara pada 2018 dan 2023, langkahnya terhenti di babak pertama.
Kini, Jonatan kembali ke panggung Kejuaraan Dunia dengan melihat persaingan yang semakin terbuka. Bukan hanya para unggulan yang berpeluang menjadi juara. Pemain nonunggulan pun bisa membuat kejutan.
(mcy/krs)









































