Dengan badan tinggi besar dan kulit gelapnya, Tsonga memang disebut-sebut berperawakan mirip dengan sang legenda tinju. Tak sekadar mirip, Tsonga juga mengaku bahwa ia memiliki hubungan emosional dengan Ali.
Tsonga mengatakan bahwa ayahnya, Didier, menonton langsung pertandingan akbar antara Ali vs George Foreman di Zaire tahun 1974. Pertarungan bertajuk "Rumble in The Jungle" ini kemudian jadi salah satu pertarungan paling melegenda dalam sejarah tinju dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayah mengambil beberapa foto, jadi saya memiliki beberapa suvenir (dari pertarungan itu)," lanjut pemuda yang lahir di Prancis, 22 tahun lalu itu lagi.
Tapi ada fakta kecil bahwa Tsonga dulu tidak pernah menjadikan Ali sebagai olahragawan idola. Namun seiring waktu berjalan, petenis berperingkat 38 ATP tersebut kini menyadari siapa itu "Louisville Lip" --julukan Ali-- dan pengaruh yang ditimbulkannya ke dunia olahraga.
Selain prestasi bertinjunya, ada hal lain yang Tsonga kagumi dari Ali. "Itu adalah kepribadiannya di arena. Saya pikir saya punya kepribadian yang sama di tenis, sebagaimana Ali memilikinya di tinju," pungkas Tsonga mengkomparasi.
(arp/key)











































