Djokovic, yang di babak semifinal menaklukkan juara bertahan yang juga pemain nomor wahid Roger Federer, hanya mengalami kesulitan berarti di set pertama saat meladeni Tsonga di Rod Laver Arena, Melbourne, Minggu (27/1/2008).
Kalah di set pembuka, Djokovic (20 th) menyudahi perlawanan Tsonga dengan kemenangan 4-6 6-4 6-3 7-5, sekaligus merengkuh titel Grand Slam pertama dari 13 percobaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Tsonga, yang di semifinal menekuk Rafael Nadal dan menyingkirkan tiga petenis top lain, urung membuat sejarah sebagai petenis pria Prancis pertama dalam kurun waktu 80 tahun yang bisa menjadi kampiun di era Open.
Tsonga yang wajahnya mirip petinju legendaris Muhammad Ali itu, tampil menjanjikan di set pertama. Dengan pukulan forehand-nya yang sangat kuat, ia berhasil mematahkan servis Djokovic di game kesembilan dan memenangi set pertama dalam waktu 49 menit.
Djokovic tetap tampil tenang dan mulai mendikte permainan di game ketujuh set kedua, saat ia mem-break servis Tsonga, sebelum forehand lawannya itu melebar. Djokovic pun menepuk dadanya, pertanda kepercayaan dirinya amat terjaga.
Pengalaman Djokovic semakin menstabilkan permainannya, sementara Tsonga tampak mulai nervous, terutama jika melakukan kesalahan sendiri. Akhirnya, Djokovic pun tak tertahakan tampil sebagai juara. Setelah meraih poin terakhir, ia menjatuhkan diri dan mencium lapangan.
"Saya sangat bahagia bisa memenangi Grand Slam pertama di sini," tukas pria yang dikenal sumringah alias mudah senyum itu. "Saya berharap bisa melihat Anda di sini dalam posisi ini berkali-kali lagi," sambung dia menunjuk ke arah penonton.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua fans Serbia yang datang ke sini untuk mendukung saya. Saya amat bangga menjadi orang Serbia pertama yang memenangi titel Grand Slam."
(a2s/a2s)











































