Prestasi Jeblok, KONI Panggil PBSI

Prestasi Jeblok, KONI Panggil PBSI

- Sport
Rabu, 26 Mar 2008 22:36 WIB
Jakarta - Hasil mengecewakan yang diraih pemain bulutangkis Indonesia dalam empat turnamen terakhir sangat memprihatinkan. Alhasil, PBSI pun dipanggil KONI untuk menjelaskan soal kegagalan tersebut.

Pemanggilan ini sebenarmya sudah dilakukan KONI sejak seminggu yang lalu, Namun PBSI baru bisa memenuhinya hari ini, Rabu (26/3/2008), karena faktor kelelahan.

Dalam pertemuan yang dilakukan di Kantor KONI tersebut, hadir dua petinggi PBSI yakni, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI, Lius Pongoh dan Ketua Sub Bidang Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai pertemuan itu, Lius mengungkapkan alasan pemanggilan dirinya kepada wartawan. "Seperti biasa ya ketika kalah pasti selalu jadi pertanyaan, sedangkan kalau menang nggal ada yang pernah nanyain. Tapi yang jelas anak-anak sudah berbuat maksimal," ungkapnya.

Berbeda dengan Lius yang masih bersedia buka mulut soal pemanggilan KONI itu, Christian malah bungkam. Dengan bergegas dia langsung meninggalkan kerumunan wartawan yang sudah menunggunya. "Pak Mulyana aja," sergah dia seraya berlalu.

Indonesia gagal mengukir prestasi dalam empat seri terakhir, yakni Malaysia Open, Korea Open, All England dan yang terbaru adalah Swiss Open. Hal ini tak ayal memperberat langkah "Tim Merah Putih" dalam kejuaraan Thomas dan Uber yang digelar di Jakarta Mei mendatang.

Mengingat Thomas-Uber sudah tinggal di depan mata, KONI pun segera melakukan upaya perbaikan yakni dengan mengirimkan pelatih fisik asing Johan Kurvurst. Pelatih asal Australia tersebut mulai melatih pasukan Cipayung sejak hari ini. Selain itu, beberapa psikolog juga siap mendongkrak mental pemain yang niscaya terpuruk akibat kekalahan beruntun.

"Mudah-mudahan waktu yang tersisa selama 35 hari ini tidak membuat anak-anak menjadi down," pungkas Mulyana penuh harap.


(krs/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads