Ryan memang mencatat prestasi fenomenal kemarin lusa. Memenangi babak pertama turnamen USA Men's ClayCourt Championship, Ryan menjadikan dirinya sebagai petenis termuda ketiga setelah Nadal dan Gasquet yang bisa menang di pertandingan ATP.
Sukses itu mengantarkannya ke babak kedua untuk menghadapi James Blake, peraih 10 gelar ATP. Meski lawannya termasuk petenis papan atas dunia, Ryan tidak merasa gentar dan cukup percaya diri bisa melaju ke babak berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilan Ryan di babak pertama memang cukup impresif. Petenis berpengalaman asal Uruguay Pablo Cuevas harus bersusah payah mempertahankan peluangnya lolos meski akhirnya takluk 6-4 6-3.
Bagi Ryan sendiri, ia menilai dirinya diuntungkan banyak faktor, salah satunya adalah tekanan bermain. Petenis berusia 15 tahun itu menilai tekanan padanya masih cukup ringan ketimbang petenis lainnya, terutama yang sudah banyak mengikuti turnamen ataupun kejuaraan.
"Saya hanya tampil dan bermain. Saya tahu bahwa pertandingan itu bisa saya menangi, makanya saya berusaha keras sebisa saya," paparnya.
"Sungguh menyenangkan mendapat banyak pengalaman seperti ini, dan sepertinya rasanya senang ketika banyak orang jadi memperhatikan Anda. Tapi terlepas dari semua itu, saya memasang target yaitu mengalahkan lawan saya berikutnya," pungkas Ryan.
(ian/ian)











































