Sebelumnya dalam jadwal pertandingan yang dikeluarkan BWF, tim Uber Indonesia dijadwalkan bertanding dua kali dalam sehari pada babak grup. Agenda tersebut dianggap sangat merugikan Indonesia, mengingat hanya Maria Kristin dkk yang harus mengalami double match di hari yang sama.
Ancaman boikot pun sempat dikeluarkan melalui mulut Kabid. Luar Negeri G. Sulistyanto. Ia menyatakan ketidakpuasannya terhadap jadwal bikinan BWF yang dianggap kurang menguntungkan Indonesia sebagai tuan rumah.
Namun, BWF akhirnya menyetujui keinginan Indonesia. Federasi bulutangkis dunia itu menyatakan akan mengubah jadwal bagi tim Uber Indonesia. Bahkan G. Sulistyanto pun menyatakan bahwa jadwal baru tersebut diyakini tidak akan merugikan "Merah-Putih".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































