'Piala yang Lepas Ayo Diuber!'

'Piala yang Lepas Ayo Diuber!'

- Sport
Selasa, 13 Mei 2008 16:02 WIB
Piala yang Lepas Ayo Diuber!
Jakarta - Indonesia belum pernah merasakan titel juara Piala Thomas lagi sejak dua edisi terakhir. Untuk Piala Uber malah lebih lama lagi. Oleh karena itu mungkin sekaranglah saatnya untuk meraihnya kembali.

Sejak perhelatan Piala Thomas digelar pada tahun 1949, tim putra Indonesia merupakan yang tersukses. Hingga perhelatan ke-25 tahun 2008 ini, Indonesia sudah mengoleksi 10 gelar juara Piala Thomas.

Namun, dalam dua edisi sebelumnya perolehan titel Indonesia tersendat. Terakhir kali putra "Merah-Putih" juara adalah pada tahun 2002 di Cina ketika menundukkan Malaysia di final. Sementara Cina tampil dominan pada turnamen tahun 2004 dan 2006.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun di Piala Uber, Indonesia bukanlah yang paling banyak koleksi gelar juaranya. Para pebulutangkis putri baru tiga kali memperoleh titel juara yakni pada tahun 1975, 1994, dan 1996. Itu berarti terakhir kali mereka meraihnya adalah 12 tahun silam.

Untuk turnamen beregu putri ini Cina lmat dominan. Mereka mengoleksi 10 titel juara dengan lima di antaranya didapat secara beruntun. Sementara prestasi terbaik Indonesia dalam lima turnamen terakhir adalah menjadi runner-up di tahun 1998.

Tak pelak turnamen kali ini pun bagai menjadi ajang untuk 'perebutan kembali' piala-piala yang lepas itu. Bahkan sebuah poster di pintu masuk Istora Senayan pun menggambarkan kondisi tersebut.

"Ada Thomas ada Uber, Piala yang lepas ayo diuber!" begitu tulisan yang terpampang di poster tersebut, setengah berpantun -- seperti "kata kunci" acara kuis di sebuah stasiun televisi swasta nasional yang menyiarkan pertandingan Piala Thomas & Uber ini.

Modal untuk menjadi juara pun sebenarnya ada. Bermain di kandang sendiri dan di depan sorak sorai pendukung sendiri tentu bisa menjadi motivator utama. Baik tim Thomas dan Uber pun sudah tampil cukup baik -- walau belum bisa dibilang sempurna -- dalam dua hari pertama turnamen.

Tim Thomas yang cukup kerepotan di hari pertama berhasil menundukkan Jerman 5-0 di hari kedua. Sedangkan Tim Uber sudah mulai panas sejak hari pertama. Jepang mereka gasak 4-1 sementara Belanda mereka sungkurkan 5-0.

Hal tersebut pun membuat semua orang berharap "Merah-Putih" mampu menjadi juara pada turnamen kali ini.

"Yah, saya sih berharap Indonesia sampai final dan menjadi juara. Minimal Piala Thomas lah. Kalau Uber saya belum bisa prediksi," ujar salah seorang suporter Indonesia kepada detiksport.

Namun, jangan anggap remeh motivasi tim Uber. Kendati hanya ditargetkan lolos ke semifinal, mereka justru malah bertekad menjadi juara. Bahkan menajer tim, Susi Susanti, pun menyebut bahwa timnya sudah mulai tampil all-out sejak awal.

"Siapa pun lawannya kita sih siap. Karena kita lihat para pemain kini memiliki motivasi dan sudah tampil all out. Pengurus memang hanya menargetkan sampai semifinal, tetapi mereka ingin menjadi juara," tukasnya.

"Kalau target pengurus memang kami hanya sampai semifinal. Tapi kami ingin menjadi juara. Karena kapan lagi bertanding dengan dukungan seperti ini. Kami ingin bermain sampai habis, sampai nggak bisa berbuat apa-apa lagi," tandas pemain ganda putri, Greysia Polii.

Jadi, tunggu apa lagi. Piala yang lepas ayo diuber!

(a2s/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads