Indonesia untuk pertama kalinya melangkah ke final Piala Uber sejak terakhir melakukannya di tahun 1998. Hasil tersebut dicapai setelah di babak semifinal menundukkan Jerman dengan skor 3-1.
Di final lawan kuat sudah menanti, Cina. Sebagai raksasa yang telah menjuarai lima edisi terakhir berturut-turut, Xie Xinfang dkk. jelas lebih diunggulkan. Namun, bukan berarti tim "Merah-Putih" merasa inferior terhadap mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya selalu bilang kepada mereka untuk tidak merasa takut dan menganggap remeh lawan. Mereka memiliki banyak dukungan dari penonton. Sekarang teknik mereka sudah bagus yang diperlukan hanya keyakinan saja," tandasnya.
Ia pun menyebut bahwa tim Cina bukannya tak terkalahkan. Terbukti mereka pernah hampir kalah dari Belanda di babak perempatfinal kemarin malam.
"Saya melihat tim Cina yang sekarang tidaklah sekuat tim Cina yang dulu. Saya sudah pernah menyaksikannya di All England. Di sana Tine (Rasmussen, tunggal putri Denmark, red) yang menang. Di China Open juga begitu."
Menghadapi partai final Susi pun memasang sikap optimistis. Dia tidak mau berprediksi, menebak hasil skor, atau pun membicarakan hal lainnya. Yang ia dan timnya inginkan hanyalah meraih kemenangan.
"Saya tidak mau memprediksikan apa pun. Yang saya inginkan hanyalah menang," ucapnya mantap. (a2s/din)











































