Pencapaian tim Uber Indonesia pada kejuaraan kali ini memang berhasil melampaui target. Hanya diekspektasikan mencapai semifinal, Maria Kristin dkk. akhirnya malah menjadi runner up. Meski tidak menjadi juara, perjuangan mereka di Piala Uber kali ini patut untuk mendapat apresiasi lebih.
Meski demikian, hal-hal yang patut untuk dievaluasi pasti ada. Mennegpora menyebut bahwa yang utama saat ini adalah pembenahan di sektor fisik. Tidak hanya di tim Uber, tetapi juga di tim Thomas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi untuk sekarang saya pikir cukuplah. Mereka sudah melampaui target," lanjutnya.
Untuk ke depannya ia menginginkan akan ada pembibitan sejak awal untuk olahraga-olahraga berprestasi seperti bulutangkis. "Saya akan bilang ke DPR untuk mengakarkan olahraga berprestasi seperti bulutangkis. Karena seperti itlah yang kita lihat di negara seperti Cina," ujarnya
Ketika ditanya mengenai peran Susi Susanti sebagai manajer pada tim Uber, ia pun "mengacungkan jempol". Menurutnya, Susi adalah orang yang tepat untuk tim Uber Indonesia.
"(Peran Susi) sangat berarti. Itulah pentingnya memberikan kesempatan kepada orang yang mengerti. Begitu juga untuk masalah fisik, terutama tim Thomas," ucapnya.
Kini, setelah berhasil melampaui target yang diajukan, tim Uber pun berhak mendapatkan penghargaan yang layak. Bonus pun sudah menanti mereka, baik dari PBSI maupun dari pihak sponsor. "Kalau soal bonus, tadi pak Sutiyoso tadi bilang dari pihak PBSI dan sponsor akan disediakan," pungkasnya.
(roz/din)











































