Menurunnya pamor Federer adalah akibat dari kekalahan yang secara beruntun dideritanya. Setelah kalah dari Rafael Nadal pada Wimbeldon lalu, dirinya berturut-turut kalah di sejumlah turnamen.
Puncaknya, Kamis (14/08/2008) kemarin, petenis Swiss tersebut harus tersingkir dalam perburuannya meraih medali emas dalam Olimpiade Beijing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Entah apa yang sedang dialaminya, namun sepertinya masa keemasan tak lagi menyertainya. Setelah merajai dunia tenis dengan menduduki peringkat satu dunia selama 4,5 tahun, pria 27 tahun ini seolah mulai kehilangan taringnya dan kini ada di posisi dua.
Federer sadar betul, jika performa buruk ini berlanjut, bukan tak mungkin peringkatnya akan makin melorot.
"Saya tidak dapat bersembunyi lagi. Ketika saya kehilangan posisi nomor satu dunia, itu selalu menjadi perbincangan. Kelihatannya, hal itu lebih ekstrim (dari sebenarnya)," terangnya seperti tulis Reuters.
"Sangat tidak mudah untuk selalu berada di peringkat teratas. Akhirnya, mereka bisa mengalahkanmu," tukas Federer.
Tersisih dari nomor tunggal, Federer masih punya peluang merebut medali di nomor ganda. Federer tampil berduet dengan Stanislas Wawrinka dan kini sudah berada di semifinal. Di empat besar, mereka bersua Bob Bryan/Mike Bryan (AS).
(lin/arp)











































