Nadal sudah meraih dua titel Grand Slam, yakni Prancis Terbuka serta Wimbledon. Disambung kemenangan di sejumlah turnamen berperingkat tinggi, petenis Spanyol itu menggeser Roger Federer dari tahta petenis nomor satu dunia.
Medali emas Olimpiade bagai melengkapi pencapaian Nadal. Pemuda 22 tahun itu sukses menghentikan perlawanan petenis Chile Fernando Gonzalez dalam tiga set, 6-3, 7-6 (7-2), 6-3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak punya waktu untuk merayakan. Saya sudah harus fokus ke New York (tempat penyelanggaraan AS Terbuka--Red)," kata Nadal sebagaimana dilansir Reuters.
Nadal belum pernah menjuarai AS Terbuka. Sedikit yang meragukan petenis kelahiran Mallorca itu akan sukses melakukannya tahun ini mengingat ia sudah melakukan hal yang sama di Wimbledon.
Di AS Terbuka, Federer adalah penguasa. Petenis Swiss tersebut selalu sukses menjadi yang terbaik di sana semenjak 2004 hingga tahun lalu. Nadal pun tak malu mengakui bahwa Federer tetap yang terhebat.
"Bagi saya Federer secara teknis masih yang terbaik. Dia adalah petenis terbaik dalam sejarah tenis," ujar Nadal.
"Namun bila Federer bisa berkembang, saya pasti juga bisa. Saya bisa memperbaik servis 100 persen dan bisa memperbaiki voli saya. Saya senang, tetapi penting untuk tetap rendah hati bila Anda ingin terus berkembang," tutupnya.
(arp/arp)











































