Sudah Tepatkah Keputusan Mario Goetze Pindah ke Bayern?

ADVERTISEMENT

Sudah Tepatkah Keputusan Mario Goetze Pindah ke Bayern?

- Sepakbola
Kamis, 24 Okt 2013 17:50 WIB
AFP/Guenther Schiffmann
Jakarta - Hanya 36 jam sebelum partai semifinal Liga Champions musim lalu antara Borussia Dortmund dan Real Madrid, dunia sepakbola dikagetkan dengan kabar kepindahan Mario Goetze ke Bayern Muenchen. Sontak pemain muda berbakat ini menjadi pemain termahal Jerman sepanjang masa dengan harga jual 37 juta euro.

Rekor fantastis itu memang tidak bertahan lama karena kemudian Mesut Oezil memecahkan rekor tersebut saat pindah dari Real Madrid ke Arsenal beberapa waktu lalu dengan nilai transfer 50 juta euro. Namun yang jauh lebih dibicarakan fans sepakbola di seluruh dunia bukanlah rekor transfer Goetze melainkan keputusan dia untuk pindah. Sudah tepatkah keputusan "Super Mario" untuk pindah ke tim bertabur bintang Bayern Muenchen?

Kebanyakan pengamat sepakbola dunia mempertanyakan apakah Goetze sadar bahwa tim Bayern sudah sangat solid (musim lalu meraih tiga gelar) sehingga akan sulit menembus starting eleven tim Bavaria ini? Memang Goetze pemain muda yang luar biasa berbakat, tapi perkembangannya sebagai pemain belum selesai. Artinya Goetze masih bisa dan perlu berkembang.

Pertanyaan yang paling menentukan adalah dimanakah perkembangan tersebut bisa dicapai Goetze? Di Dortmund di mana ia telah bermain semejak berumur 8 tahun dan memiliki kepastian bermain penuh minggu lepas minggu, atau di tim bertabur bintang Bayern Muenchen, di mana persaingan begitu ketat sehingga tidak ada kepastian bermain bagi Goetze?

Bagi saya yang paling menarik mengenai keputusan Goetze adalah waktu kepindahannya. Bagi saya yang mencoba realistis memperhatikan sepakbola dunia kepindahan seorang superstar dari tim yang tidak begitu kaya ke tim kaya raya seperti Bayern Muenchen, tidak bisa dihindari. Saya tidak mempertanyakan keinginan Goetze untuk pindah ke Bayern yang bak magnet raksasa memiliki daya tarik yang dasyat bagi hampir semua pemain sepakbola di Jerman. Bermain untuk Bayern adalah mimpi kebanyakan pemain Jerman. "Eines Tages werde ich fuer die Bayern Spielen (suatu hari nanti saya akan bermain untuk Bayern)," demikian mimpi jutaan anak-anak di jerman. Yang saya pertanyakan adalah timing kepindahan Goetze.

Ini Tahun Piala Dunia, Bung!

Pemain di seluruh dunia berlomba-lomba untuk menunjukan kualitasnya dengan harapan terpilih main di skuat timnas yang akan berlaga di Brasil musim panas ini. Untuk itu mereka harus bermain di klub mereka masing-masing tentunya. Luiz Gustavo, contohnya, karena melihat lini tengah Bayern begitu kompetetif memutuskan pindah ke Wolfsburg. Sebuah keputusan yang tepat karena ia telah beberapa kali diapanggil timnas Brasil. Dan Goetze? Ia malah dengan penuh percaya diri masuk ke kandang singa-singa buas.

Tidakah lebih bijaksana menunggu hingga 2016 saat kontrak Goetze di Dortmund berakhir untuk kemudian pindah ke Bayern di saat ia telah matang sebagai pemain?

Nasi telah menjadi bubur. Kini hanya ada satu pertanyaan yang relefan: Akan terkoyakkah Goetze di Bayern, ataukah ia justru akan menaklukan "singa-singa" di sekitarnya?

Intelegensia Goetze saya rasa tidak perlu dipertanyakan. Keputusan untuk pindah memang dianggap keputusan ngaco oleh banyak pihak mengingat Dortmund adalah klub yang kuat dan memiliki visi menjegal dominasi Bayern (dan mereka telah melakukannya! Dua tahun berturut-turut Dortmund juara liga Jerman). Tidak, Goetze bukan pemain muda bodoh. Goetze datang dari keluarga intelek. Bapaknya seorang profesor di Universitas Technologi Dortmund. Keluarganya sangat memperhatikan Mario dan kedua saudaranya (kakaknya Mario, Fabian, bermain di Unteraching, tim divisi 3 Jerman, sedang adiknya, Felix, masih bertahan di U15 akademi Dortmund). Kepindahan Mario Goetze pasti dipertimbangkan masak-masak oleh mereka bersama. Tapi tetap saja saya tidak yakin dengan timing kepindahannya.

Memang Goetze masih terbelit cedera, tapi waktu bermain yang didapatkannya sejauh ini di Bayern tentu jauh dari memuaskan. Bermain 10 menit di game ini lalu 5 menit di game berikut tentu bukanlah "iklan" yang bagus bagi Joachim Loew sang arsitek timnas Jerman (By the way, timnas Jerman jangan disebut "Der Panzer". Penjelasannya ada di tulisan saya yang lain: Kamus Mini Sepakbola Jerman).

Bagaimanakah nasib Goetze selanjutnya di Bayern? Akankan timnas Jerman kehilangan salah satu mutiaranya karena kepindahan yang kontraversial ini? Waktu yang akan menunjukan jawabannya bagi kita semua.

Paling tidak tadi malam (23/10) kita melihat Goetze mendapat banyak "poin" saat diturunkan sejak menit 63 di pertandingan Liga Champions melawan Viktoria Plzen. Ia membuat satu assist dan mencetak gol pamungkas di injury time, untuk menggenapkan kemenangan Bayern dengan skor 5-0.

Harapan saya ke depannya Goetze bisa seperti Falcao yang pindah dari Atletico Madrid ke AS Monaco dan langsung membawa tim yang baru saja naik kasta ini ke puncak klasemen Liga Prancis. Atau Oezil yang pengaruhnya di Arsenal begitu terasa semenjak bergabung.

Semoga Goetze tidak terus seperti Gareth Bale atau Erik Lamela, yang paling tidak sampai saat ini terlihat kesulitan "mendarat" di Real Madrid dan Tottenham Hotspur.

Demi peluang Jerman di Piala Dunia 2014 saya berharap Mario kembali super.

Salor (Salam Olahraga)!


===


* Tentang penulis lihat di sini
* Akun twitter: @coachtimo
* Website: www.coachtimo.org



(a2s/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT