Domenech Bikin Gregetan

Domenech Bikin Gregetan

- Sepakbola
Minggu, 07 Sep 2008 13:03 WIB
Domenech Bikin Gregetan
Wina - Publik Prancis mungkin makin gregetan pada Raymond Domenech. Terakhir pelatih kontroversial itu gagal menghindarkan Les Bleus dari kekalahan saat melawat ke Wina, Austria.

Pada pertandingan pertama Grup Tujuh, Minggu (7/9/2008) dinihari WIB, Prancis menelan kekalahan 1-3. Semua gol yang bersarang di gawang Steve Mandanda lahir dari set piece bola mati: dua lewat free kick, satu lagi tendangan penalti.

"Seperti halnya semua kekalahan, ini memang pahit," cetus Domenech kepada AFP seusai pertandingan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku tak punya kesan bahwa kami kurang semangat. Kami bertarung dan berusaha sampai akhir pertandingan, tapi gagal menyamakan kedudukan sebelum mereka pun mendapat penalti. Dua free kick, satu penalti. Kadang kala hal-hal seperti itu ... " ia membiarkan kalimat tersebut menggantung.

Dan sebagaimana Domenech seorang yang sangat pede, ia tidak tampak gusar dengan kekalahan tersebut. Bagi seseorang yang kerap dikritik dan langganan isu pemecatan, ia terkesan "tenang-tenang saja".

"Babak kualifikasi terdiri dari banyak pertandingan, dan laga kami selanjutnya adalah melawan Serbia di hari Rabu. Adalah penting bahwa kami sudah punya hasrat yang cukup besar untuk partai tersebut. Lagi pula, tak ada yang bilang pertandingan malam ini akan gampang. Begitu juga saya."

Sebagian besar kalangan sepakbola Prancis mendesak federasi memecat Domenech setelah kegagalan di Piala Eropa lalu. Tapi pria berusia 56 tahun itu mampu bertahan, meskipun sebelum turnamen ia pernah berkata akan mundur kalau timnya tidak bisa lolos ke perempatfinal.

Domenech sering membuat kontroversi. Ia pernah membuat merah telinga orang Italia dengan menyebut negara tersebut memang piawai mengatur hasil pertandingan. Ia juga tak pernah mau mengandalkan seorang David Trezeguet di skuadnya.

Belum lama ini Domenech "melarang" Sebastien Frey mundur dari timnas Prancis dengan mengatakan "Bukanlah pemain yang memutuskan kapan dia mengakhiri karir internasionalnya. Seorang pemain, apakah umurnya 35 atau 18, akan diseleksi. Yang memutuskan itu adalah saya."

Teori itu pernah diucapkannya pula sewaktu Claude Makelele berniat pensiun dari timnas. Momen itu membuat manajer Chelsea saat itu, Jose Mourinho, menganggap Domenech menjadikan Makelele sebagai budak. Si pemain tak mau, tapi masih dipaksa-pula.

Menyangkut Frey, meskipun mendapat pengakuan hebat di Seri A, tapi Domenech tak memberinya kepercayaan yang besar sehingga kiper Fiorentina itu bisa merasakan tampil di ajang internasional.

Belum lama ini Domenech menjadikan beberapa pemain sebagai kambing hitam kegagalan Prancis di Euro 2008. Pasca turnamen ia meremajakan tim dengan antara lain mengedepankan bintang-bintang muda seperti Samir Nasri, Philippe Mexes, Bacary Sagna, Yoann Gourcuff, dan Karim Benzema.

(a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads