Van Marwijk Perlu Lebih Populer

Jelang Macedonia vs Belanda

Van Marwijk Perlu Lebih Populer

- Sepakbola
Selasa, 09 Sep 2008 15:23 WIB
Van Marwijk Perlu Lebih Populer
Jakarta - Sebagai pelatih sebuah tim nasional besar, figur Bert van Marwijk boleh jadi tidak populer. Tentu saja ia bisa lebih populer jika polesan tangannya untuk Belanda berbuah manis.

Tidak ada catatan yang sangat istimewa dari seorang Van Marwijk baik semasa jadi pemain maupun pelatih. Ia tak pernah membela klub besar sewaktu hampir 20 tahun aktif di lapangan -- posisinya gelandang dan penyerang.

Meskipun bermain dalam 393 pertandingan Liga Belanda, tapi ia tak pernah merasakan gelar juara Eredivisie. Medali terbaiknya di kompetisi domestik adalah juara Piala Belanda 1978 bersama AZ Alkmaar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai pelatih, Van Marwijk punya statistik lumayan bersama Feyenoord. Tim besutannya itu pernah memenangi Piala UEFA (2002), Piala Belanda (2008), dan runner up Liga Belanda (2000/2001).

Ia juga pernah menukangi klub Bundesliga Borussia Dortmund selama satu setengah tahun (2004-2006). Nol prestasi buat klub tersebut, pada Desember 2006 Van Marwijk dan Dortmund sepakat berpisah.

Setelah musim lalu membawa Feyenoord finish di urutan keenam Liga Belanda, pria kelahiran 19 Mei 1952 itu diserahi tugas memimpin timnas Belanda pasca Euro 2008, menggantikan Marco van Basten yang beralih ke Ajax Amsterdam.

Van Marwijk, yang sepanjang karirnya hanya memiliki satu caps dengan tim Belanda, melakoni debutnya dengan menghadapi Rusia, tim yang menyingkirkan "Singa Oranye" di babak perempatfinal Piala Eropa lalu. Hasilnya, kedua tim bermain imbang 1-1.

Pada pertandingan keduanya, mertua gelandang Mark van Bommel ini malah menelan kekalahan. Menghadapi Australia dalam laga persahabatan hari Sabtu lalu, Belanda digebuk 1-2. Mereka bermain dengan 10 orang sejak kiper Maarten Stekelenburg dikartu merah di menit 47.

Belum pernah menang dari dua laga pertamanya jelas bukan statistik yang bagus untuk seseorang yang sedang mencari popularitas. Misi itu bisa diupayakan lagi hari Rabu (10/9/2008) besok, saat Belanda memulai kampanye di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 melawan Macedonia.

Kedua tim pernah satu grup juga di Pra Piala Dunia 2006. Ketika itu hanya Macedonia yang mampu menahan imbang lawannya tersebut dua kali, sementara musuh-musuh lain dapat dijinakkan Belanda.

"Kami harus mengambil pelajaran dari pertandingan kami yang terakhir. Tapi kami harus melakukannya dengan cepat, sebagaimana kami tahu apa yang diharapkan saat melawan Macedonia," tutur sang pelatih seperti dikutip Reuters.

Salah satu perhatian Van Marwijk adalah organisasi pertahanan dan kerja sama dua gelandang bertahan Van Bommel dan Nigel de Jong.

"Melawan Rusia (20 Agustus lalu) dengan playmaker (Andrei) Arshavin, Van Bommel dan De Jong bermain baik. Tapi menghadapi Brett Holman (Australia), mereka tak pernah bisa mengontrol permainan."

Macedonia saat ini dilatih mantan pemain Sampdoria dan timnas yugoslavia, Srecko Katanec. Bekas pelatih Slovenia itu meraih sukses penting dengan menundukkan Skotlandia 1-0 di laga pertamanya di Grup 9. Namun, di matanya Belanda jauh lebih berbahaya.

"Belanda adalah salah satu tim terbaik di Eropa dan yang paling menghibur," tukas Katanec.

Mampukah Van Marwijk, yang menyertakan Frank de Boer serta Phillip Cocu dalam tim staf manajemennya, menghadirkan pujian rivalnya itu di lapangan?

(a2s/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads