Capello 'Fobia' Wembley

Capello 'Fobia' Wembley

- Sepakbola
Rabu, 10 Sep 2008 02:14 WIB
Capello Fobia Wembley
Zagreb - Dikeramatkan publik Inggris, Stadion Wembley justru menghadirkan fobia buat Fabio Capello. Lawatan ke Kroasia yang berpeluang menyulitkan malah menghadirkan optimisme buat dia.

Dua tahun lalu dalam laga Kualifikasi Euro 2008, Inggris menelan kekalahan 0-2 saat menyambangi Kroasia. Meski punya misi membalas dendam saat kembali ke sana midweek ini, fakta di atas jelas memunculkan kekhawatiran di hati fans The Three Lions. Apalagi di babak kualifikasi Kroasia punya rekor tak terkalahkan di kandang.

Meski begitu Don Fabio justru memandang optimis untuk laga kedua Kualifikasi Piala Dunia 2010 yang bakal digelar Kamis (11/9/2008) besok, alasannya adalah karena dia tak harus bermain di kandang sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tahu Kroasia tak pernah kalah di kandang dalam laga kualifiakasi tapi saya pikir saat Inggris harus bermain di kandang saat ini mereka akan bertanding tanpa kepercayaan diri yang cukup, jadi saat ini saya memilih menjalani laga tandang," ungkap Capello seperti diberitakan Yahoosport.

Meski pada laga terakhir berhasil memetik kemenangan atas Andorra, Capello tak salah meragukan kepercayaan diri anak asuhnya. John Terry cs dianggap belum menunjukkan performa terbaik, pasca kegagalan lolos ke Euro 2008, yang membuat kritikan terus mengalir ke arah mereka.

Dari enam laga yang sudah dilakoni Inggris sejak Don Fabio menduduki jabatan pelatih, empat kemenangan dan satu hasil imbang berhasil diraih. Sementara satu-satunya kekalahan diderita atas Prancis dalam laga persahabatan bulan Maret lalu.

"Pemain kini tampil dengan kepercayaan diri dan saya yakin besok kami akan bermain baik. Saya tak pernah menargetkan hasil imbang. Tak mungkin bermain di sini tanpa rasa takut, jadi kami akan berusaha meraih hasil positif."

"Saya tahu apa yang terjadi di masa lalu, tapi saya selalu berpikir soal masa depan. Ini pertandingan yang baru, sebuah musim baru dan pemain tak boleh memikirkan apa yang terjadi sebelumnya," pungkas suksesor Steve McClaren itu. (din/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads