Madrid harus berjuang ekstra keras di partai La Liga Primera akhir pekan lalu saat mengalahkan Numancia 4-3 di kandang. Menurut entrenador "El Real" Bernd Schuster, laga itu juga mengungkapkan kelemahan yang harus dihindari timnya saat tampil di Liga Champions lawan BATE.
"Tak ada keraguan tentangnya. Saya khawatir tentang bobolnya gawang kami lewat bola-bola mati," terangnya seperti diwartakan AFP, Selasa (16/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertandingan itu bisa menjadi kulit pisang maka kami harus berhati-hati dan tampil bermain lebih baik saat unggul. Masalah kami adalah tidak tahu bagaimana caranya mengatur tempo pertandingan," analisa Schuster.
BATE yang merupakan klub Belarusia pertama yang lolos ke fase grup Liga Champions mungkin banyak dinilai cuma jadi tim "anak bawang" di Grup H. Di atas kertas Madrid yang juara sembilan kali di pentas klub terbesar se-Eropa tersebut bukanlah lawan setimpal.
"Secara teori mereka adalah lawan termudah tapi kami tetap harus waspada," seru Schuster.
Beberapa tahun belakangan laju Madrid di Liga Champions kurang mengesankan. Selepas musim 2003-2004, mereka belum pernah bisa lagi melewati babak 16 besar atau knock-out pertama.
Musim ini Madrid tergabung dengan BATE, Zenit St Petersburg dan Juventus di Grup H.
(krs/a2s)











































