Pada laga pembuka Liga Champions musim 2005-06, MU dihadapkan dengan Villarreal di Estadio El Madrigal. Dalam lawatannya itu "Setan Merah" memetik hasil imbang dengan skor 0-0.
Akan tetapi skor tersebut tidak menggambarkan betapa MU cukup kerepotan setelah bermain minus satu pemain akibat dikartumerahnya Rooney 25 menit menjelang bubaran. Di menit akhir, mistar bahkan jadi penyelamat MU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu benar-benar membawaku pada kenyataan, itu adalah sebuah tindakan yang menggelikan. Saat aku ada di ruang ganti setelah diusir dari lapangan, aku berpikir, 'Kenapa aku melakukan itu?'. Dari situlah aku belajar."
"Kejadian itu adalah titik balik atau alarm pengingat, sebut apa yang Anda sukai," ucap Rooney seperti dikutip Times Online, Selasa (16/9/2008).
Saat ini, tiga tahun kemudian, MU kembali menghadapi Villarreal di laga perdana kedua tim di Liga Champions. Kali ini yang jadi lokasi berduel adalah Old Trafford. Rooney yang tiga tahun lalu masih berusia 19 tahun kini juga sudah lebih dewasa tak sudi menerima malu lagi.
"Anda tak ingin hal seperti itu terulang lagi saat ada pertandingan penting dan didudukkan di ruang ganti ketika rekanmu sedang bertarung, berandai-andai apa yang bisa kamu lakukan untuk tim jika masih ada di sana," kenang Rooney dengan getir.
Kenangan buruk tepuk tangan itu tentu akan bisa terbayar lunas jika Rooney mampu membawa timnya meraih tiga angka lawan Villarreal, Kamis (18/9/2008) dinihari WIB. Kemenangan juga bakal menaikkan moral tim Sir Alex Ferguson yang baru kalah dari rival beratnya Liverpool di ajang domestik.
(krs/a2s)











































