Usai kasus Calciopoli, semusim masa 'pengasingan' dijalani Juve di Seri B. Satu musim setelahnya lantas dijalani 'Bianconeri' dengan menapaki jalan ke papan atas. Sukses, Juve pun hadir lagi di Liga Champions musim ini.
Di fase grup, Juve ditempatkan bersama peraih gelar terbanyak Liga Champions, Real Madrid, dan dua tim debutan yakni BATE Borisov dan Zenit. Laga perdana Alex del Piero cs kini akan dijalani saat menjamu Zenit (17/9/2008) dinihari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paparan fakta dari Reuters yang menyebutkan bahwa Juve telah mencatat sembilan clean sheet dari total 11 pertandingan kandang terakhirnya, plus hanya kebobolan dua gol, kian bikin 'Si Nyonya Tua' ada di atas angin saat tampil di Olimpico Turin.
Akan tetapi Zenit tak bisa diremehkan. Hadir kali pertama di Liga Champions, wakil Rusia itu punya bekal titel juara Liga Rusia, jawara Piala UEFA dan pemegang Piala Super Eropa. Gelar yang disebut terakhir bahkan didapat dengan menundukkan juara Liga Champions musim lalu, Manchester United.
Yang bikin pertandingan nanti kian menarik adalah kenyataan bahwa baik Zenit ataupun Juve masih sama-sama relatif asing dengan gaya permainan sepakbola lawannya.
Juve baru sekali menghadapi klub Rusia yaitu saat membekuk Lokomotiv Moskow di Piala UEFA 1993-1994, 3-0 dan 1-0. Pun demikian dengan Zenit yang cuma pernah berbagi angka 2-2 lawan Bologna di Piala UEFA musim 1999-2000.
Yang pasti, Juve dengan segenap pemain berpengalaman yang disiapkan Claudio Ranieri harus mencamkan benar ketersungkuran rivalnya di Italia, Roma, yang kandas saat menjamu tim debutan asal Rumania, CFR Cluj. Jika keliru melangkah, Juve harus siap kalah.
(krs/a2s)











































