Akibat pernah ngotot untuk hengkang dari Old Trafford, Ronaldo mendapat penilaian negatif dari sebagian pendukung 'Setan Merah'. Muncul kekhawatiran ketidaksukaan terhadap ulah pemain Portugal itu akan berbuntut dengan cercaan kepada si pemain.
Tapi kekhawatiran itu lenyap. Dalam pertandingan Liga Champions menghadapi Villarreal di Old Trafford, Kamis (18/9/2008) dinihari WIB, Ronaldo merumput lagi minus suara-suara menghina dari suporter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambutan positif dari publik diapresiasi oleh manajer MU, Sir Alex Ferguson. "Penerimaan dari penonton di Old Trafford penting bagi Cristiano," kata Ferguson dikutip Goal.
"Saya pikir dia menyadari betapa dia berada di sebuah klub besar dan betapa loyal fansnya. Dia akan mendapatkan suntikan semangat besar dari hal itu," lanjut manajer asal Skotlandia tersebut.
Kehadiran Ronaldo terbukti cukup menaikkan daya dobrak MU yang kurang tajam selama satu jam pertama. Baru tiga menit di lapangan, ia nyaris mencetak gol seandainya saja kiper Villarreal, Diego Lopez, tak cekatan menghentikan bola.
"Dia telah mengami musim panas penuh gejolak dan banyak hal telah dikatakan tentangnya. Tapi ketika saya bicara dengannya di Portugal Juni lalu, semuanya berakhir. Dia bertekad segera fit dan berkomitmen untuk klub," papar Ferguson.
Keadaan serupa pernah menimpa Ronaldo seusai Piala Dunia 2006. Gara-gara 'membuat' Wayne Rooney dikartumerah ketika Portugal bertemu Inggris, sayap lincah itu menjadi 'musuh bersama' rakyat Inggris.
Ketika itu, satu-satunya stadion di mana Ronaldo bisa bermain tanpa cemoohan ribuan fans Inggris yang marah kepadanya adalah Old Trafford. Malam tadi, sekali lagi Old Trafford menunjukkan wajah ramahnya kepada Ronaldo dan sepertinya semua orang sudah memaafkan dia sekarang.
(arp/din)











































