Performa Walcott yang luar biasa di timnas Inggris membawa dampak sampingan buruk. Penyerang 19 tahun itu menjadi pemain Arsenal yang paling diincar oleh para pemain Kiev di Stadion Dinamo Libanovsky, Ukraina.
Setidaknya itulah penilaian Wenger. Menurutnya, bila wasit Luis Medina Cantalejo lebih tegas dalam memimpin pertandingan, setidaknya ada seorang pemain yang akan dikartumerah akibat melanggar Walcott.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang membuat Wenger tak puas dengan kepemimpinan korps baju hitam ternyata tak hanya soal Walcott semata. Sejumlah keputusan lain dari wasit asal Spanyol itu tak luput dari kecaman manajer asal Prancis itu.
"Setelah peluit akhir saya bertanya kepada wasit mengapa ia memberikan tiga menit injury time tapi kemudian hanya memainkan injury time selama satu menit," ujar Wenger. "Dia tidak bisa memberi jawaban. Dia bilang dia merasa itu sudah cukup."
"Setiap wasit tampaknya punya komputer yang berbeda untuk menghitung injury time. Saya masih belum tahu bagaimana cara kerjanya. Ketika kami mengejar 1-1, mereka (pemain Kiev) terlihat sangat lelah tapi kemudian pertandingan diakhiri dengan interupsi," imbuh Wenger masih tak mengerti.
Wajar bila Wenger merasa frustasi. Arsenal tertinggal lebih dulu setelah Cantalejo memberikan penalti kepada Kiev karena Bacary Sagna dituding mendorong Ismael Bangoura di kotak penalti. Bangoura mengambil sendiri sepakan 12 pas itu dengan sangat baik. The Gunners baru bisa menyamakan skor lewat gol William Gallas dua menit sebelum laga bubar.
"Itu tidak adil. Sagna bingung karena pemain mereka menarik kausnya dengan dua tangan dan lalu ia terjatuh. Pertandingan ini adalah perpaduan dari rasa frustasi dan rasa lega," tutup Wenger.
(arp/din)











































