Mantan playmaker Prancis itu menyatakan pensiun setelah tidak memperoleh klub baru sejak Girondins Bordeaux tidak memperbarui kontraknya yang habis pada akhir musim lalu.
"Inilah saat yang tepat untuk berhenti," ujar pemain berusia 35 tahun itu seperti dikutip Reuters, Kamis (18/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di musim panas 2000 Micoud diboyong Parma. Performanya bersama klub Italia itu tergolong biasa-biasa saja. Dari 47 pertandingan Seri A yang diikuti, ia hanya mencetak sembilan gol.
Werder Bremen kemudian meminang pemain kidal itu. Di sana Micoud menemukan kembali bentuk permainannya. Setelah empat tahun bermukim di Jerman, pada pertengahan 2006 ia kembali ke Prancis dan kembali ke Bordeaux.
Micoud sebenarnya cukup sering dipanggil masuk timnas Prancis. Hanya saja posisinya yang sama dengan Zidane membuat dia tak punya banyak kesempatan untuk tampil. Di Euro 2000, misalnya, saat Les Bleus juara, ia hanya diturunkan satu kali. Gara-gara kalah telak bersaing dengan Zidane, jumlah caps-nya pun tak banyak, hanya 17.
Sementara itu, sehari sebelumnya Dario Simic menyatakan mundur dari timnas Kroasia. Bek kawakan itu memutuskan demikian setelah menyadari bahwa pelatih Slaven Bilic kemungkinan besar takkan menjadikannya sebagai starter.
"Bilic bilang, mungkin aku bisa jadi altenatif di sayap kanan, sementara dia punya solusi-solusi lain untuk posisi bek kanan. Itu tak apa-apa. Aku tak ingin menjadi beban buat orang lain," ungkap pemain berusia 32 tahun itu.
Simic, yang meraih caps ke-100 di bulan lalu, dalam tiga bahkan empat tahun terakhir memang jarang bermain gara-gara dibekukan di bangku cadangan oleh Milan. Ia akhirnya "terbebas" dari San Siro dengan memilih hijrah ke AS Monaco mulai musim ini. (a2s/key)











































