Iaquinta tampil gemilang saat Juve melawat ke markas BATE Borisov pada matchday 2 Liga Champions dinihari tadi, Rabu (1/10/2009). Ia menjadi pahlawan "Si Nyonya Tua" berkat dua golnya ke gawang lawan, dalam laga berkesudahan imbang 2-2.
Iaquinta relatif tidak terlalu populer sejak direkrut dari Udinese pada musim lalu. Ia gagalΒ mendobrak duet topskorer sepanjang masa Bianconeri, Alessandro del Piero, dan pemain asing tersubur untuk klub tersebut, David Trezeguet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu Iaquinta tetap memperlihatkan efektivitas dari eksistensi dirinya. Dimainkan dari menit pertama saat melawan Borisov, setelah Amauri mendadak terserang flu, ia tampil bagus dan menjadi penyelamat.
"Yang penting adalah selalu menjaga konsentrasi, mau bermain 10 ataupun 90 menit. Ini semua soal kesiapan psikologis," ungkap Iaquinta menanggapi dirinya yang boleh jadi takkan sering menjadi starter.
"Saya senang bisa mencetak dua gol, yang mana saya belum melakukannya di Seri A, walaupun di babak kedua sebenarnya kami bisa memenangi pertandingan ini," sambungnya seperti dikutip Channel4.
Dengan torehannya itu Ranieri kiranya tak perlu terlalu khawatir kekurangan penyerang tajam. Sekalipun Trezeguet absen cukup lama karena cedera, Iaquinta menjadi pilihan yang memadai selain Del Piero dan Amauri.
Tentang keberhasilannya mengukir dua gol ke gawang Borisov, ia secara khusus berterima kasih kepada Sebastian Giovinco yang memberinya dua assist. Rekannya itu, yang dijuluki "Semut Atom", diyakini akan menjadi bagian penting buat tim apabila mampu melanjutkan performa seperti tadi malam. (a2s/a2s)











































