Setidaknya, itulah bocoran yang dirilis oleh harian olahraga L'Equipe seperti dikutip AFP.
Sabtu (11/10/2008) kemarin, kursi Domenech sebagai pelatih tampaknya akan hilang dalam 20 menit pertama pertandingan. Rumania kala itu mencetak dua gol terlebih dahulu melalui Florentin Petre dan Dorin Goian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun penyelamatan bagi Domenech datang melalui gol dari Franck Ribery dan Yoann Gourcuff. Marka 90 menit terlewati dan skor 2-2 menjadi kesimpulan akhir dari laga di Bukarest itu.
"Tampaknya bagus bagi Raymond," tulis L'Equipe di headline-nya, dengan sebuah foto Domenech yang tersenyum, menjelang pertemuan penentuan nasib sang pelatih.
Isyarat bahwa Domenech akan bertahan datang dari Fernand Duchaussy, seorang pejabat Liga Prancis.
"Untuk memiliki tim yang hebat, Anda membutuhkan pemain-pemain hebat. Saya punya feeling, dan saya tidak sendiri di sini, bahwa kami melihat sebuah tim Prancis yang mampu melaju terus. Jadi mengapa merusak dinamika ini?" kata Duchaussy.
Bila benar Domenech akhirnya mempertahankan posisinya, bisa dibilang hal itu cukup luar biasa. Pasalnya, di bawah Domenech, Prancis hancur lebur.
Les Bleus tersisih di babak pertama Euro 2008 dan terseok-seok di PPD 2010. Itu pun masih ditambah dengan penampilan di lapangan yang sama sekali tidak mengesankan seperti sebuah tim yang pernah menjadi juara dunia dan Eropa dalam selang dua tahun saja.
(arp/krs)











































