Platini menyaksikan pertandingan kualifikasi kejuaraan Eropa U-19 di Slovenia. Pertandingan itu adalah laga kompetitif pertama di mana dua hakim garis tambahan ditempatkan di tiap ujung lapangan.
Tujuan penempatan dua ofisial tambahan tersebut, menurut UEFA, adalah untuk membantu wasit melihat pelanggaran atau insiden diving. Sistem ini dinilai lebih baik daripada sistem tayang ulang video yang mengganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu adalah sebuah sistem yang menghargai sejarah dan tradisi permainan karena wasit tetaplah komandan tertinggi di lapangan," lanjut Gaillard.
"Para asisten di area penalti hanya berkomunikasi dengan wasit melalui headset. Jadi jika wasit ingin mengabaikan apa kata asisten, dia bisa melakukannya dan tak ada seorang pun tahu apa yang terjadi," papar Gaillard yang juga mantan pejabat UEFA itu.
Gaillard menambahkan bahwa UEFA berniat melakukan dua ujicoba lebih lanjut di level U-19, yakni di Hongaria akhir bulan ini serta di Siprus akhir November nanti.
Meski demikian, ide ini tidak bisa diterapkan di skala yang lebih besar karena membutuhkan persetujuan FIFA dan Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) karena merekalah yang berhak mengatur perubahan aturan pertandingan.
(arp/krs)











































