Dalam laga di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Kamis (16/10/2008) pagi WIB, Dunga gagal mempersembahkan kemenangan setelah ditahan tamunya 0-0. Ini adalah kali ketiga berturut-turut Brasil tak mampu menang dan memuaskan pendukungnya di kandang sendiri.
Di klasemen kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Selatan, Brasil memang masih menduduki peringkat kedua dengan nilai 17 dari 10 pertandingan. Tapi mereka terpaut sampai enam poin dari pimpinan sementara, Paraguay.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siulan-siulan kekecewaan mulai terdengar saat pertandingan belum habis satu babak. Nada-nada "Goodbye Dunga" santer diteriakkan sebagian penonton. Puncaknya, setelah pertandingan Dunga dan timnya dicibir dan dicemooh suporternya sendiri. Mereka bahkan banyak yang meninggalkan bangku stadion sebelum peluit panjang dibunyikan wasit.
"Kami ada di urutan kedua dan saya pikir semua ini agak dilebih-lebihkan," demikian reaksi Dunga atas sikap penonton di Maracana, seperti dikutip dari Reuters.
"Betul, kami tidak bermain bagus, tapi kita harus sedikit berimbang. Seakan-akan kami ada di urutan buncit saja," sambung kapten Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1994 itu.
Sementara itu Kaka menunjuk lamanya perjalanan pulang dari Venezuela hari Minggu lalu, yang menghabiskan 15 jam, sebagai salah satu penyebab utama buruknya permainan Brasil hari ini.
"Saya tak tahu persis alasannya, tapi tim kami kelelahan dan kurang cepat," ujar pemain terbaik dunia 2007 itu. "Saya tak suka membuat pembelaan, tapi perjalanan kemarin terasa sekali."
Robinho, salah satu pemain yang menjadi sasaran utama cemoohan fans Brasil, mengakui dirinya bermain buruk, sampai-sampai ia diganti di babak kedua.
"Saya tak main bagus, jelek. Saya tak bisa membuat satu dribel ataupun shot on goal. Hari ini saya bukanlah pemain yang selalu saya harapkan." (a2s/arp)











































