Sebelumnya UEFA telah menjatuhkan sanksi larangan menggelar laga kandang sebanyak dua kali kepada Atletico, menyusul perilaku rasis yang ditunjukkan kubu klub asal Spanyol itu saat menghadapi Marseille di laga Liga Champions medio Oktober lalu.
Untuk kasus yang sama, pelatih Atletico Javier Aguirre juga mendapat sanksi tak boleh mendampingi timnya di tepi lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sudut pandang "Si Merah", kubu mereka turut dirugikan karena pendukungnya sudah memesan tiket untuk datang ke Madrid, beserta akomodasinya. Dengan tempat penyelenggaraan pertandingan yang akan dimainkan di lokasi netral berjarak setidaknya 300km dari Madrid, pengeluaran biaya Liverpudlians jelas bakal membengkak. Β
Atletico sendiri sudah mengajukan banding terhadap keputusan tersebut dan meminta agar tetap bisa menggelar pertandingan menjamu Liverpool sesuai jadwal. Dengan pelbagai pertimbangan, termasuk mengingat mepetnya waktu pertandingan Atletico kontra Liverpool, UEFA akhirnya bersedia menunda pemberlakuan hukuman.
"UEFA bisa mengonfirmasi bahwa partai Liga Champions antara Club Atletico de Madrid dan Liverpool FC akan tetap digelar sesuai jadwal pada 22 Oktober di Stadion Vicente Calderon di Madrid," sebut UEFA dalam situs resminya.
"Harus ditekankan bahwa penundaan sanksi ini tidak berarti bahwa keputusan Komisi Kontrol dan Disiplin telah dipinggirkan. Keputusan akhirnya tetap terletak di proses pengajuan banding pada hari Jumat 31 Oktober, di markas UEFA di Nyon, Swiss," lanjut keterangan itu.
Keputusan tersebut tak hanya akan disambut baik oleh kubu Atletico belaka, tapi juga Liverpool dan para pendukungnya. Sayangnya suka cita tidak turut dirasakan penyerang "The Reds" Fernando Torres. Mantan idola di Stadion Vicente Calderon yang sudah sangat berhasrat tampil melawan bekas klubnya itu terpinggirkan karena cedera.
(krs/roz)










































