Lagu Kebangsaan Dicemooh, Pertandingan Harus Jalan Terus

Lagu Kebangsaan Dicemooh, Pertandingan Harus Jalan Terus

- Sepakbola
Jumat, 17 Okt 2008 19:47 WIB
Paris - Seruan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy supaya sebuah pertandingan dihentikan manakala penonton mencemooh lagu kebangsaan ditanggapi dingin oleh orang Prancis lain yang juga presiden UEFA, Michel Platini.

Yang menjadi pemicu kegeraman Sarkozy adalah insiden menjelang kickoff laga persahabatan antara Prancis melawan Tunisia di Stade de France hari Selasa (14/10) lalu. Puluhan ribu pendukung Tunisia -- sebagian besar imigran yang menetap di Prancis -- menyoraki lagu La Marseillaise.

"Kalau AndaΒ  menyetop sebuah pertandingan karena lagu kebangsaan dicemooh, maka Anda juga bisa menghentikannya pula begitu ada pemain yang dicemooh atau kiper disoraki waktu menendang bola ke luar. Ini absurd," demikian tanggapan Platini yang disampaikannya kepada koran Prancis Le Monde.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu, kenapa tidak polisi berdiri di belakang setiap fans?" tambahnya. "Lebih baik memberi pendidikan kepada fans, karena di beberapa negara mereka tak pernah mencemooh lagu kebangsaan."

"Tigapuluh tahun lalu, waktu saya membela Prancis, Marseillaise juga disoraki di setiap stadion di Prancis. Tapi saat ini, para politisi tidak tertarik pada sepakbola dan tak ada yang heran."

Sikap serupa diungkapkan presiden Federasi Sepakbola Prancis Jean-Pierre Escalettes. Menurutnya, tidaklah mudah mengambil keputusan untuk menindaklanjuti seruan Sarkozy tersebut.

"Kita harus menangani situasi yang baru ini," katanya kepada harian Le Parisien. "Saya tidak merasa sanggup mengevakuasi seisi stadion. Bagaimana kalau orang-orang tak mau pergi? Dan setelah itu, apa yang akan mereka lakukan begitu ke luar ke jalan-jalan?" (a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads