Yang menjadi pemicu kegeraman Sarkozy adalah insiden menjelang kickoff laga persahabatan antara Prancis melawan Tunisia di Stade de France hari Selasa (14/10) lalu. Puluhan ribu pendukung Tunisia -- sebagian besar imigran yang menetap di Prancis -- menyoraki lagu La Marseillaise.
"Kalau AndaΒ menyetop sebuah pertandingan karena lagu kebangsaan dicemooh, maka Anda juga bisa menghentikannya pula begitu ada pemain yang dicemooh atau kiper disoraki waktu menendang bola ke luar. Ini absurd," demikian tanggapan Platini yang disampaikannya kepada koran Prancis Le Monde.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tigapuluh tahun lalu, waktu saya membela Prancis, Marseillaise juga disoraki di setiap stadion di Prancis. Tapi saat ini, para politisi tidak tertarik pada sepakbola dan tak ada yang heran."
Sikap serupa diungkapkan presiden Federasi Sepakbola Prancis Jean-Pierre Escalettes. Menurutnya, tidaklah mudah mengambil keputusan untuk menindaklanjuti seruan Sarkozy tersebut.
"Kita harus menangani situasi yang baru ini," katanya kepada harian Le Parisien. "Saya tidak merasa sanggup mengevakuasi seisi stadion. Bagaimana kalau orang-orang tak mau pergi? Dan setelah itu, apa yang akan mereka lakukan begitu ke luar ke jalan-jalan?" (a2s/a2s)











































