Adalah performa buruk Spurs yang membuat Bentley frustasi. Di beli dengan nilai transfer tinggi (15 juta poundsterling atau sekitar Rp 243 miliar) dari Blackburn Rovers, gelandang berusia 24 tahun ini berharap akan makin mentereng bersama klub barunya ini.
Namun, bukan hasil positif yang didapat melainkan keterpurukan. Bentley pun frustasi bukan kepalang melihat timnya hancur-hancuran di Liga Primer. "Ini sangatlah mengejutkan-seperti sebuah 'kotoran'," ujar Bentley kepada The Sun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyaknya pemain baru macam Roman Pavlyuchenko, dan Luca Modric yang hadir di Spurs disinyalir menjadi bumerang bagi klub ibukota ini. Bukannya aksi hebat yang keluar, melainkan kesalahan-kesalahan akibat kurangnya koordinasi mereka sebagai tim. Hal ini pula yang turut dicermati oleh Bentley.
"Kondisi di lapangan sangatlah sulit. Kami tidak bisa bermain bersama, kami tidak tahu dimana orang lain saat sedang berlari, dan apa yang orang lain lakukan," tukas pemain yang dulu disebut-sebut sebagai pengganti David Beckham ini.
Jika hal di atas masih terjadi, kemenangan tentunya akan semakin jauh menaungi skuad Lilywhites. Pasalnya lawan yang dihadapi nanti tengah dalam kondisi terbaiknya. Berbeda dengan Tottenham, posisi Udinese di Serie A sangat mentereng.
Pasukan 'kuda zebra' saat ini tengah menikmati posisinya di papan atas Serie A. Udinese saat ini berada di peringkat dua dibawah Inter Milan. Sementara Tottenham terpuruk di urutan buncit Premiership tanpa pernah sekalipun meraih kemenangan.
Meski begitu, Bentley tetap optimistis hasil baik akan datang secara perlahan lahan oleh timnya. Poin tiga pun akan berusaha direbut skuad besutan Juande Ramos ini, dimulai dari Udinese.
"Kami pikir kami akan memulai awalan ini dengan nyaman dan para pemain akan menjadi lebih percaya diri," pungkas Bentley.
Spurs akan bertandang melawan Udinese di Friuli dalam lanjutan pertandingan Piala UEFA pada dini hari nanti (24/10/2008). (key/arp)











































