Dua tahun lalu Celtic berhasil menaklukkan "saudara tuanya" itu di Glasgow, juga di babak penyisihan grup Liga Champions. Dari kemenangan itu tim Skotlandia tersebut untuk pertama kalinya lolos ke fase knockout.
Bintang Celtic di Parkhead itu adalah Nakamura. Playmaker internasional Jepang itu menghabisi Edwin van der Sar lewat tendangan bebasnya yang memang terkenal maut itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini di klasemen sementara Celtic baru memiliki satu angka dari tiga pertandingan. Jika MU menundukkan mereka dan Villarreal menang atas Aab Aalborg di waktu bersamaan, maka tiket dari Grup E menjadi milik dua klub favorit tersebut.
Pada pertemuan pertama di Old Trafford Celtic kalah telak 0-3. Mereka menyerah oleh dua gol Dimitar Berbatov dan Wayne Rooney.
"Waktu itu kami tidak bermain sebagus semestinya. Tapi MU mungkin tim terbaik dunia," ujar Strachan saat ditanya apakah ada jurang terlalu besar di antara dua liga di Inggris Raya itu.
"Roma main di sana (Old Trafford) dan mereka kalah 0-7. Padahal tidak ada yang bilang sepakbola Italia dan Inggris berbeda jauh. West Ham kalah 0-2, padahal bisa saja mereka kalah enam gol. West Brom juga, dan kalah 0-4."
Tentang modal yang diandalkan timnya untuk mengalahkan lagi MU, seperti dua tahun lalu, Strachan menyebut beberapa hal. Dua yang pertama ia anggap tidak masalah, yaitu karakter dan determinasi.
"Tapi Anda pun harus menemukan sebuah rencana dan tampil dengan kemampuan terbaik. Juga, kami butuh keberuntungan," tukasnya. (a2s/roz)











































