Apa yang dimaksud Zenden tentu saja dalam konteks profesionalitas. Sebagai pemain Marseille, tentu saja apapun yang ia lakukan harus bermotifkan positif buat klubnya itu. Dan Marseille sangat memerlukan kemenangan dari PSV nanti malam.
Dari tiga pertandingan yang telah dilwati, pasukan Eric Gerets ada di dasar klasemen dengan nol poin. Hanya merebut tiga poin dari PSV-lah mereka bisa membuka lagi peluangnya untuk lolos dari Grup D.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu, kalau kami menang kami bisa hidup lagi. Kemenangan itu paling tidak untuk tiket ke Piala UEFA. Selebihnya dari itu, kita tunggu saja. Pertandingan ini untuk memastikan bahwa kami masih di Eropa tahun depan."
Zenden, 32, menimba ilmu di akademi PSV sejak baru beranjak remaja. Selama membela tm senior klub raksasa Belanda itu ia mengoleksi satu medali Eredivisie dan satu Piala Belanda.
"Mereka sudah seperti rumah buatku," kenangnya. "Aku sudah di sana waktu umur 13, dan menghabiskan empat tahun di tim inti. Mereka sangat membantu kepindahanku ke Barcelona, dan mereka begitu dekat di hatiku."
Zenden, yang juga menyandang ban hitam di cabang judo, belakangan ini sering kalah bersaing dengan Hatem Ben Harfa, yang direkrut Marseille di awal musim. Di pertemuan pertama melawan PSV di Eindhoven, mantan winger Chelsea, Middlesbrough, dan Liverpool itu hanya bermain di delapan menit terakhir -- Marseille kalah 0-2.
"Waktu itu kami tidak dalam standar permainan kamu. Anda harus dalam kondisi terbaik untuk melakoni Liga Champions, dan aku yakin kami akan begitu malam ini," pungkasnya.
(a2s/roz)











































