Kapten Argentina, Mascherano-kah Orangnya?

Kapten Argentina, Mascherano-kah Orangnya?

- Sepakbola
Rabu, 05 Nov 2008 13:05 WIB
Kapten Argentina, Mascherano-kah Orangnya?
Buenos Aires - Pelatih baru sudah didapat, tinggal kapten yang mungkin harus baru. Diego Maradona terang-terangan berharap Javier Mascherano melakoni peran tersebut. Diakah orang yang paling pas saat ini?

Saat menggelar jumpa pers resmi pertamanya sebagai pelatih tim Argentina, Selasa (4/11/2008), Maradona menyebut nama gelandang Liverpool itu sebagai figur yang ia inginkan memimpin rekan-rekannya di tengah lapangan.

"Mascherano adalah sosok yang paling dekat dengan pemikiran saya tentang seorang kapten. Cara berpikir dia, pengorbanan dia, profesionalitas dia. Dia memiliki semua atribut menjadi kapten Argentina," tutur Maradona, seperti dikutip Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang menarik, beberapa hari sebelum maestro bola dunia itu "memilihnya" menjadi skipper, Mascherano lebih dulu menolak. Ia tidak merasa punya kemampuan memimpin teman-temannya. Pemain berusia 24 tahun itu menilai dirinya lebih cakap bekerja di lapangan.

Kemampuan Mascherano saat beraksi memang tidak perlu diragukan. Dengan karakternya yang kuat, tipikal pekerja keras yang bertenaga kuda, tangguh dalam menekel, cepat, dan memiliki visi hebat untuk menyeimbangkan permainan, ia mendapat rapor dari banyak kalangan.

Rafael Benitez, orang yang ngotot membawanya dari West Ham, punya julukan untuk mantan pemain River Plate dan Corinthians itu. "Monster", begitu manajer The Reds itu mengasosiakan kekuatan Mascherano.

"Dia mungkin gelandang tengah terbaik di dunia. Dengan dia di lapangan, seorang pelatih bisa tidur dengan enak," tukas Valdano suatu ketika kepada BBC.

Kini Maradona masih menunggu Mascherano berubah pikiran dan menerima kepercayaan itu. Tapi, kalau si pemain tetap menolak, sudah barang tentu sosok yang lain harus dicari dan dan dipilih.

Saat ini ada beberapa pemain yang layak dijadikan kandidat untuk menjadi kapten Argentina. Javier Zanetti tentu saja termasuk di antaranya. Siapa dia, semua orang sudah tahu. Rekor 125 caps cuma satu dari sedikit pengaruh yang telah ditanamkan buat negaranya. Sayangnya, ia telat menjadi kapten di level internasional. Ia mulai stabil sebagai deputi kapten pada Copa Amerika 2007, dan mulai melakoni peran istimewa itu sejak Roberto Ayala pensiun.

Selain Zanetti masih ada dua pemain lain yang biasa menjadi kapten di klub masing-masing. Maxi Rodriguez adalah pemimpin utama di Atletico Madrid, dan Martin Demichelis adalah kapten ketiga Bayern Munich setelah Mark van Bommel dan Lucio.

Siapa yang akhirnya terpilih, tunggu saja. (a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads