Hingga tiga laga pertama fase grup Liga Champions musim ini, dominasi Premiership sesungguhnya masih terasa. Empat klub daratan Inggris - Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool - berdiri di puncak klasemen masing-masing grup.
Kecuali Liverpool yang tergusur Atletico Madrid di Grup D, kondisi tersebut tak mengalami banyak perubahan selepas pertandingan keempat kemarin. Namun hasil yang didapat The Big Four sepanjang midweek ini memunculkan asumsi kalau klub Inggris mulai mendapat perlawanan ketat dari klub lain yang bisa saja berujung pada tergerusnya dominasi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi serupa The Reds dialami Manchester United yang diselamatkan Ryan Giggs saat bertandang ke Glasgow Celtic. Sementara di Emirates Stadium Arsenal dibuat frustasi kala ditahan tanpa gol oleh Fenerbahce, lawan yang mereka kalahkan 5-2 di pertemuan pertama.
"Lihatlah hasil pertandingan tim-tim nggris hari ini. Sampai pekan lalu tak ada tim Inggris yang kalah di Liga Champions, tapi pekan ini tak ada yang bisa menang," ungkap Wenger seperti diberitakan Reuters.
Meski tak satupun berhasil memetik kemenangan di matchday keempat, namun seluruh klub Premieship masih berpeluang besar lolos ke babak knock out. Dengan dua pertandingan tersisa, babak 16 besar sangat mungkin diisi empat klub Inggris tersebut.
"Saya menyaksikan (laga) Liverpool dan mereka imbang, saya tak tahu kenapa. Chelsea tak terlihat tajam secara fisik dan sepertinya Liga Inggris menguras tenaga. Jika Anda tampil di Liga Champions setelah bermain di Premier League, itu akan sulit," lanjut dia. (din/krs)











































