Itu mungkin jadi pertanyaan terbesar yang menyelimuti jagad sepakbola dalam beberapa hari terakhir. Setelah ditunjuk menjadi pelatih "Tim Tango", Maradona akan menjalani debutnya sebagai pelatih dengan menghadapi Skotlandia pada Kamis (20/11/2008) dinihari lusa.
Meski punya nama sangat besar saat masih menjadi pemain, rasanya tak salah kalau banyak yang masih meragukan kemampuan pria 48 tahun itu sebagai pelatih. Faktanya dia sempat membesut dua klub Mandiyu of Corrientes (1994) dan Racing Club (1995) tanpa benar-benar meraih sukses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argentina tak pernah meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhirnya. Kekalahan atas Chile di kualifikasi Piala Dunia lalu kemudian berbuntut Alfio Basile memutuskan meletakkam jabatannya.
Ini bisa menjadi tekanan tersendiri buat Maradona. Meski begitu mantan pemain Boca Junior dan Barcelona itu sepertinya justru tenang-tenang saja menghadapi laga perdananya.
"Selama kami bisa mendapat bola dan mendapat rasa hormat (dari lawan) untuk jersey yang kami gunakan, saya akan bisa pergi dengan tenang. Saya tak akan meminta banyak dari pemain, mereka sudah menderita beberapa hasil buruk," lanjut dia.
Laga Kamis dinihari nanti menjadi spesial bukan hanya karena Maradona akan menjalani debut melatih timnas. Di tempat yang sama 29 tahun silam. Maradona muda mencetak gol pertamanya buat Albeceleste. Gol yang membuka jalannya menuju status legenda.
Kaki-kaki Maradona sudah mendatangkan banyak gol dan gerakan memukau, seakan tak mau kalah dia juga punya "tangan Tuhan" yang juga bisa mencetak gol. Tapi apakah Diego Armando Maradona punya otak sebrilain kaki dan tangannya untuk bisa menjadi pelatih timnas Argentina? (din/krs)










































