Dua pekan lalu, saat Chelsea ditahan Bordeaux, Scolari sempat berseloroh dirinya lebih baik pulang ke Brasil kalau tim asuhannya tak bisa menembus putaran knock-out.
Sebagian media massa menganggap ucapan itu "betulan", walaupun Scolari tidak menyingung-nyinggungnya lagi menjelang partai penentuan itu di Stamford Bridge, Rabu (10/12/2008) dinihari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegangan itu memang sempat muncul juga di lapangan, terlebih ketika Cluj berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, setelah Chelsea membuka gol lebih dulu melalui Salomon Kalou.
Namun keberuntungan tetap berpihak pada The Blues. Gol Didier Drogba di menit 71 memastikan klub London ini maju ke babak 16 besar -- dan Scolari tak perlu "mudik".
"Saya pikir kami bermain bagus. Tidak sangat bagus, tapi bagus. Saya suka tim ini (Cluj). Tak ada perbedaan besar. Kami punya lebih banyak bola, tapi serangan balik mereka cukup bagus. Daya juang mereka juga baik," ungkap Scolari seusai pertandingan yang dimenangi timnya dengan 2-1 itu.
"Tak cuma saya, pemain-pemain dan mungkin sebagian penonton di stadion juga tegang (waktu skor 1-1). Ini karena waktu itu kami seri, dan mereka hanya punya satu atau dua peluang, tapi menghasilkan gol. Kami punya tiga-empat peluang, tapi takbikin gol lagi. Kami lebih nervous dari sebelumnya."
Kemenangan tipis itu sudah cukup untuk meloloskan Chelsea ke babak berikutnya. Karena hanya runner up grup, mereka akan bertemu satu tim yang menjadi juara di grupnya.
"Saya tidak memilih tim yang akan jadi lawan. Buat saya, tak ada bedanya menghadapi Barcelona, Real Madrid, Inter Milan, atau yang lainnya, karena mereka semua yang terbaik," tukas Scolari lagi.
(a2s/krs)











































