Seperti diberitakan sebelumnya, Scholes ternyata cenderung lebih memilih bertahan di Inggris daripada terbang ke Jepang dan berpartisipasi di Kejuaraan Dunia Antarklub. MU disebut gelandang senior itu lebih baik memfokuskan diri pada pengumpulan poin demi mengejar Chelsea dan Liverpool di puncak klasemen.
Kini giliran Graeme Souness yang menyayangkan kepergian MU ke Jepang. Mantan kapten Liverpool itu menyebut 'Setan Merah' hanya membuang waktu dan tenaga dengan mengikuti turnamen yang sebelumnya dikenal dengan Piala Toyota itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Souness yang termasuk dalam skuad The Reds saat ditundukkan Flamengo di Piala Intercontinental 1981 malah menyebut kalau perjalanan ke Jepang menjadi sesuatu yang sangat menyiksa. Buntut dari semua itu adalah penampilan tim yang tidak maksimal dan pengaruh jang panjang berupa kurang kompetitif di kompetisi lokal karena menumpuknya jadwal pertandingan.
"Anda pasti tahu berapa lama perjalanan di pesawat, membawa tubuh Anda ke zona waktu yang berbeda dan kemudian kembali lagi. Kami tidak melakukannya dengan serius. Anda tak akan bisa tidur di malam pertama karena jet lag."
"Kami tak tahu apa yang harus dimakan dan malah memesan hamburger di malam hari. Pada jam 3 dinihari sebelum pertandingan seluruh pemain justru bermain golf karena tak bisa tidur," pungkas mantan pelatih Blackburn Rovers dan Newcastle United itu.
MU juga akan ditunggu jadwal pertandingan yang cukup padat di Jepang. Setelah tiba Senin (15/12/2008) kemarin, mereka akan menjalani laga pertamanya pada 18 Agustus lusa. Jika menang, laga final akan dihelat tiga hari berselang menggadapi pemenangn laga Pachuca kontra LDU Quito. (din/din)











































