Di stadion Yokohama, Kamis (18/12/2008), MU memenuhi ekspektasi lolos ke final berkat kemenangan 5-3 atas tim yang bermain di negerinya sendiri itu.
Wayne Rooney tampil sebagai bintang dengan dua golnya di menit 75 dan 79, sedangkan tiga gol MU lainnya dicetak Nemanja Vidic, Cristiano Ronaldo, dan Darren Fletcher.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain terbaik Eropa, Ronaldo, bermain baik dengan mencetak satu gol memanfaatkan umpan Ryan Giggs. Ia secara khusus memuji suasana pertandingan di mana sekitar 67 ribu penontonn tak henti-hentinya menggelorakan stadion dari awal sampai akhir.
"Brilian. Afmosternya sangat hebat," tukasnya seusai pertandingan, seperti dikutip Reuters.
"Fans mendapatkan apa yang sudah mereka bayarkan (untuk menonton pertandingan ini). Saya tidak tahu skornya bisa berapa. Edwin Van Der Sar membuat tiga penyelamatan gemilang untuk mengamankan kemenangan untuk kami," timpal arsitek MU, Alex Ferguson.
Sementara itu manajer Gamba, Akira Nishino, tetap memberi acungan jempol pada anak-anak buahnya karena telah memberi perlawanan maksimal, walaupun hasilnya tidak seperti yang dimimpikan.
"Kami memberi mereka dua gol mudah dari korner, dan itulah yang mematikan kami,β ujarnya. "Doa kami untuk menang tidak terkabul. Tapi kami mampu mencetak tiga gol. Kami mesti merasa bangga."
MU akan bertemu juara Piala Libertadores, LDU Quito, di partai final di Yokohama, Minggu (21/12). Jika menang, maka "Setan Merah" akan menjadi tim Inggris pertama yang menjuarai turnamen tujuh tim yang digagas FIFA ini.
"Laga final pasti akan lebih susah. Tapi akan sangat luar biasa kalau bisa jadi juara dunia. Jadi, ini memang sangat penting,β tekad Ronaldo.
Sewaktu turnamen ini masih berformat Piala Interkontinental dan Piala Toyota, MU pernah tampil dua kali. Di tahun 1968, dalam sistem dua leg, mereka kalah agregat 1-2 dari Estudiantes (Argentina). Lalu, di tahun 1999 mereka mengalahkan juara Amerika Selatan, Palmeiras dari Brasil, dengan skor 1-0.
(a2s/key)











































