Dalam pertandingan Jumat (19/12/200) dinihari WIB, Santander yang bertindak sebagai tuan rumah langsung menggeber serangan sejak awal. Hasilnya dua gol berhasil mereka lesatkan ke gawang City lewat Jonathan Pereira (di menit 18) dan Oscar Serrano (30).
Di babak kedua, klub Spanyol itu lagi-lagi bisa menceploskan bola ke gawang Kasper Schmeicel di menit ke-55 melalui J.V Esprin. Menjelang laga berakhir, City baru bisa melesakkan gol melalui Felipe Caicedo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang cukup menyesakkan, kekalahan Santader tersebut hanya dalam selisih gol dengan PSG, dengan kedua tim sama-sama mengantongi nilai lima. City tampil sebagai juara Grup A dan Twente runner up-nya.
PSG secara dramatis memenangi persaingannya dengan Racing Santader karena berhasil mendulang kemenangan dengan banyak gol di laga terakhirnya di Parc de Princes, sebagaimana hal tersebut memang dibutuhkan.
Baru sebelas menit laga dimulai, Peguy Luyilunda sudah berhasil membobol gawang Twente. Hal yang sama diulangi oleh Stephane Sessegnon di menit 23, yang membuat PSG 2-0, hasil kerja samnya dengan Mateja Kezman.
Sampai sepuluh menit terakhir, PSG masih belum bisa lolos karena di saat yang sama Santander yang memiliki poin sama tengah unggul tiga gol atas City. Tak lama kemudian, di mulailah saat-saat paling mendebarkan di Parc des Princes.
Tujuh menit jelang laga berakhir, sebuah umpan menyilang dari Caera berhasil dimaksimalkan dengan baik oleh Kezman. Publik tuan rumah kembali bersorak saat Liyundula mencetak gol keempat.
Meski begitu ketegangan pihak PSG baru benar-benar cair setelah di penghujung pertandingan mereka mendengar kabar bahwa City berhasil membobol gawang Santander dan memperkecil kedudukan menjadi 1-3. Perbedaan skor itu membuat PSG memiliki perbandingan gol 7-5, sedangkan Santander hanya 6-5.
(a2s/key)











































